View Full Version
Kamis, 15 Mar 2012

Balas Pembantaian di Suriah, Tempat Kebaktian Syi'ah di Belgia Dibakar

BRUSSELS, BELGIA (voa-islam.com) - Tersangka pelaku pembakaran terhadap sebuah tempat ibadah kaum Syiah di Brussel ibukota Belgia, pada Selasa (13/3/2012), menyatakan bahwa serangan itu sebagai pembalasan terhadap pembunuhan ribuan warga sipil di Suriah.

Orang itu mengatakan "ia terkejut oleh gambar-gambar atas apa yang sedang terjadi di Suriah dan ingin melakukan sesuatu untuk menakut-nakuti anggota masyarakat yang bertanggung jawab" atas kekerasan tersebut, kata Jean-Marc Meilleur, juru bicara kantor jaksa penuntut umum, mengatakan, Agence Perancis-Presse (AFP) melaporkan.

Pria tersebut, berusia pertengahan 30-an, menyerang tempat ibadah kaum Syiah di Brussels dengan perangkat pembakar pada hari Senin, sehingga menyebabkan tempat ibadah itu rusak parah. Seorang imam juga tewas dalam serangan itu.

Pelaku kejahatan, yang mempresentasikan dirinya sebagai Muslim Sunni, mengatakan kepada penyelidik dia ingin menakut-nakuti masyarakat Syiah karena pembunuhan ribuan warga sipil di Suriah oleh pasukan keamanan Presiden Bashar Al-Assad, yang merupakan penganut Syiah.

Hingga kini, menurut PBB, lebih dari 8.000 orang tewas di Suriah dalam tindakan keras berdarah oleh pasukan keamanan Assad terhadap pemrotes anti-rezim sejak pemberontakan meletus tahun lalu.

"Tampaknya ini menjadi masalah antara Muslim Sunni dan kaum Syiah," kata Milquet kepada penyiar RTBF.

"Belgia tidak akan mentolerir tindakan jenis ini dan masuknya konflik jenis ini ke wilayah Belgia."

..Tampaknya ini menjadi masalah antara Muslim Sunni dan kaum Syiah..

Tenang

Tapi wakil presiden Eksekutif Muslim Belgia (EMB), Isabelle Praile, menolak adanya hubungan antara konflik di luar negeri dan serangan itu, dan mengatakan itu "kasus yang terisolasi".

Dia menekankan bahwa kaum Syiah dan Muslim Sunni hidup damai di Brussels.

Setelah pembakaran masjid tersebut, para pemimpin Muslim Belgia menyerukan untuk tenang.

"Eksekutif Muslim Belgia mengajak umat Islam untuk menyatukan usaha mereka dan meningkatkan dialog antara semua helai budaya masyarakat," kata Semsettin Ugurlu, kepala komunitas Muslim Belgia, dalam sebuah pernyataan.

Seruan itu muncul setelah puluhan kaum Syiah yang marah berkumpul di luar masjid setelah serangan itu.

Muslim Belgia diperkirakan sebesar 450.000 jiwa-  dari 10-juta penduduk - sekitar setengah dari mereka berasal dari asal Maroko, sedangkan 120.000 adalah dari Turki.

Lebih dari 20 persen dari populasi di Brussels adalah Muslim yang berasal dari Maroko, Turki, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara Afrika lainnya.

Ada 77 masjid atau ruang shalat di Brussels dan lebih dari 300 di seluruh Belgia. (an/oi)


latestnews

View Full Version