View Full Version
Senin, 11 Jun 2012

6 Warga Syi'ahTewas 38 Terluka dalam Serangan Mortir di Baghdad Irak

BAGHDAD, IRAK (voa-islam.com) - Dua bom mortir menghantam sebuah tempat yang penuh dengan peziarah Syiah di ibukota Irak Baghdad, Ahad, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 38, sumber polisi dan rumah sakit mengatakan.

Serangan hari Ahad terjadi di Quraisy Square di distrik Kadhimiya barat laut Baghdad, di mana pengikut sekte Syi'ah berkumpul untuk sebuah festival keagamaan untuk menandai peringatan kematian Imam SYi'ah abad pertengahan Moussa al-Kadhim.

Sumber-sumber kepolisian mengatakan korban tewas bisa meningkat.

Selama ziarah agama yang sama tahun 2005, sekitar 1.000 orang tewas ketika rumor pengeboman di Jembatan Imam - yang mengarah ke kuil kubah emas- memicu kepanikan yang menyumbat sungai di bawahnya dengan tubuh.

Sebuah sumber Kementerian Dalam Negeri mengatakan pasukan keamanan telah berada dalam siaga tinggi dan sabuk pengamanan ketat di tempatkan sekitar Kadhimiya dalam upaya untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap peziarah Syi'ah yang berjalan menuju kuil Imam Kadhim.

Larangan kendaraan, tidak termasuk kendaraan darurat seperti ambulans, akan diberlakukan di Kadhimiya dari hari Senin dan siapa saja yang masuk ke daerah itu akan diperiksa secara fisik, kata sumber itu yang menolak untuk diidentifikasi.

Setidaknya 26 orang tewas dan lebih dari 190 terluka hari Senin lalu ketika seorang pembom jibaku meledakkan sebuah mobil sarat bahan peledak di luar sebuah kantor Syiah di pusat Baghdad.

Sebuah kelompok yang memantau komunikasi online antara pejuang Islam mengatakan pada Ahad afiliasi Al-Qaidah di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Endowment Syi'ah yang  dikelola pemerintah yang mengelola situs agama dan budaya Syiah.

Kelompok Intelijen SITE yang berbasis di AS mengatakan, kelompok Negara Islam Irak (ISI) juga mengatakan dalam pernyataan yang dimuat di website Islam bahwa pihaknya telah melakukan 39 serangan lainnya yang menargetkan pasukan keamanan dan para pejabat Irak di Baghdad antara Maret 24 dan 21 Mei.

Meskipun kekerasan secara keseluruhan di Irak telah menurun, pejuang Muslim Sunni yang terkait dengan Al-Qaidah masih mampu melakukan serangan mematikan dan mencapai target Syiah untuk membangkitkan tekanan jenis sektarian yang nyaris membuahkan perang saudara tahun 2006-2007.

Ketegangan sektarian telah tinggi di Irak sejak penarikan pasukan AS pada bulan Desember, dengan blok-blok utama dari Syi'ah, Sunni dan Kurdi terkunci dalam krisis politik yang mengancam untuk menghancurkan kesepakatan pembagian kekuasaan dalam pemerintahan negara tersebut. (an/Reuters)


latestnews

View Full Version