View Full Version
Ahad, 28 Jul 2013

Seorang Mukmin Pasti Muslim Sunni, Tapi Seorang Muslim Bisa Saja Syi'i

JAKARTA (voa-islam.com) – Pemerhati kelompok sesat dan pakar Syi’ah, ustadz Farid Ahmad Oqbah, M.Ag menyatakan bahwa sebutan ahlu sunnah atau sunni merupakan perintah Rasulullah SAW bagi umat Islam.

Istilah sunni, kata ustadz Farid Oqbah, sangat jelas tercantum didalam sejumlah hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Jadi istilah atau sebutan sunni bukanlah karangan para ulama, melainkan perkataan Rasulullah SAW.

Selain diperintah untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, umat Islam juga diperintah untuk mengikuti para sahabat Nabi, khususnya empat sahabat yang menjadi Khalifah setelah Rasulullah SAW wafat, yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

“Kalau ada orang yang menyatakan dirinya muslim, bukan ahlu sunnah juga bukan Syi’i, orang munafik itu muslim juga. Sekarang kalau Rasulullah mengatakan ‘alaikum bi sunnati wa sunnati khulafa’ur-rasyidin, makanya kita mengatakan sunni,” jelasnya kepada voa-islam.com pada Kamis (25/7/2013).

...Jadi, seorang mukmin itu pasti muslim, tapi belum tentu seorang muslim itu mukmin. Kalau mukmin, dia itu pasti sunni, kalau muslim bisa saja Syi’i. Lalu kenapa masih ada orang tidak mau menyebut dirinya mukmin dan sunni?...

Pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini menegaskan, suatu hal aneh jika ada sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam, seperti kelompok sesat Syi’ah yang dengan jelas dan terang-terangan berani mencela, bahkan melaknat ke-empat sahabat tersebut.

Ustadz Farid Oqbah pun mengatakan bahwa orang yang tidak tegas terhadap Syi’ah itu bermasalah. Karenanya, seorang tokoh umat Islam harus punya sikap tegas terhadap Syi'ah yang sudah jelas kesesatannya.

Untuk itu, Direktur Islamic Center al-Islam Bekasi Jawa Barat ini menegaskan, Syi’ah bukanlah salah satu madzhab dari Islam dan dalam barisan umat Islam. Maka, umat Islam harus berani dengan tegas dan jelas menyatakan dirinya sebagai mukmin dan sunni.

“Jadi, seorang mukmin itu pasti muslim, tapi belum tentu seorang muslim itu mukmin. Kalau mukmin, dia itu pasti sunni, kalau muslim bisa saja Syi’i. Lalu kenapa masih ada orang tidak mau menyebut dirinya mukmin dan sunni?,” tandasnya. [Khalid Khalifah]


latestnews

View Full Version