View Full Version
Kamis, 29 Oct 2009

Diantara Adab- Adab Haji

Ikhwati fillah, kita berada dibulan-bulan haji, berbondong-bondong para jamaah haji menuju makkah untuk menunaikan panggilan suci dari Ilahi, semuanya mengharapkan haji yang mereka lakukan menjadi haji yang mabrur yang diterima Allah Subhanahu Wa Taalaa.

Haji memiliki adab-adab yang agung, akhlaq-akhlaq yang mulia, yang mana para jamaah haji hendaklah memperhatikannya sehingga hajinya menjadi sempurna dan mabrur, dan syainya diterima oleh Allah Taalaa.

Diantara adab-adabnya adalah :

1-    Meminta pendapat dan istikharah : maka disunahkan bagi calon haji untuk meminta pendapat mengenai hajinya kepada orang yang agama dipercaya, berpengalaman dan berilmu. Begitu pula disunahkan untuk melakukan istikharah mengenai hajinya.

Istikharah dan meminta pendapat ini tidak berkaitan dengan ibadah haji itu sendiri, karena haji merupakan kebaikan.

Tetapi berkaitan dengan tepat atau tidaknya waktu, kembali kepada maslahat, keadaan orang tersebut, dan kepada bekal yang dimilikinya.

2-    Mengikhlashkan niat untuk Allah Taalaa : yakni tidak mengharapkan dari haji riya maupun sumah. Tetapi melaksanakan haji karena kecintaan kepada Allah, mengharapkan pahalaNya, takut akan siksaNya, memohon diangkat derajatnya, dihapuskan dosanya, karena ikhlas merupakan poros dari sebuah amal ibadah sebagaimana difirmankan Allah Azza Wa Jalla :



قال تعالى: (وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ) [البينة: من الآية]

Artinya : tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama bagiNya [Al Bayyinah :]


وقال النبي - صلى الله عليه وسلم- :" إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل أمرئ ما نوى" متفق عليه.

Nabi shallawahu alaihi wasallam bersabda : sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang diniatkannya. Muttafaqun alaihi.

3-    Segera menulis wasiat : itu karena dia berangkat berhaji, dimana beresiko mendapat musibah dijalan, maka sepatutnya untuk menulis wasiat, menjelaskan apa hak dan kewajibannya, dan sepatutnya untuk berwasiat kepada keluarga dan sahabatnya dengan takwa Allah.

4-    Segera bertaubat dengan sebenarnya : yaitu taubat yang tulus terhadap semua dosanya, begitu juga kedhaliman yang mungkin dilakukannya terhadap orang lain, hendaknya dia memohon kehalalannya, karena itu lebih diharapkan hajinya diterima, diangkat derajatnya, diampuni dosanya, dan digantinya dengan kebaikan.

5-    Mempelajari hukum-hukum haji : meskipun secara umum, jika tidak mampu, maka dengan menggunakan sarana seperti buku-buku atau kaset-kaset dsb, atau bertanya kepada yang berilmu mengenai permasalahannya.

6-    Berusaha mencari teman yang baik dalam hajinya : yang dapat membantunya dalam kebaikan apabila dia teringat, dan mengingatkannya dengan kebaikan kalau dia lupa, dan dapat memberinya contoh akhlak yang baik.

7-    Mengangkat seorang amir haji : apabila para jamaah haji adalah rombongan, hendaklah mengangkat seorang amir, yang memiliki pengalaman dan ketajaman pendapat, hendaklah mereka mentaatinya dalam perkara selain maksiat, menjauhi berselisih dengannya, sebagaimana seorang amir harus bersikap lembut dan bermusyawarah dengan jamaah.

8-    Pergaulan yang baik dengan para jamaah : yaitu seperti melayani yang lain tanda mengharapkan balasan dunia, berterima kasih kepada mereka apabila diberi bantuan, bersabar atas perilaku yang kurang menyenangkan dari jamaah lain, melihat hak yang ada pada jamaah haji lain, bukan melihat haknya atas jamaah haji.

9-    Memilih bekal haji dari harta yang baik : supaya haji dan doanya diterima.

10-    Selalu menjaga lisan : meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat atau yang keji, menjauhi ghibah dan namimah, dan banyak bercanda dan mencela yang lain.

11-    Menundukkan pandangan : karena jamaah haji rentan denga fitnah, dimana banyak wanita yang tidak menutup wajahnya, maka hendaklah dia bersabar mengharapkan pahala dari Allah.

12-    Amar maruf dan nahi mungkar dan berdakwah kepada Allah : semuanya sesuai dengan kemampuan disertai dengan hikmah dan peringatan yang baik, rahmat dan bersikap lembut, serta sabar dalam menghadapi sikap jamaah yang lain.

13-    Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam kegiatan ibadah dan taqarrub kepada Allah Taalaa dengan doa, membaca Al Quran, yang dapat melipatgandakan pahalanya jika dilakukan ditempat yang tepat.

14-    Tidak memberatkan diri melakukan perkara yang tidak penting : supaya dapat melaksanakan manasik dengan sebaik-baiknya.


Inilah sebagian adab-adab haji yang bisa kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan Allah Taalaa Berkenan Mengkabulkan haji para jamaah sehingga menjadi haji yang mabrur yang tidak ada balasannya kecuali surge.

Wallahu Alam Bishowab.
.


latestnews

View Full Version