View Full Version
Sabtu, 28 Nov 2009

Jelang Sosialisasi, Pedagang Celana Mulai Mengeluh

Meulaboh (voa-islam.com) –Jelang sosialisasi pemberlakuan rok bagi kaum wanita muslim di Aceh, Kamis (26/11), sejak Rabu (25/11) kemarin di pasar pakaian Aceh Barat, rok menjadi minat kaum wanita. Sementara fashion celana mulai ditinggal pembeli.

Sedangkan para pedagang di daerah tersebut harus siap menggudangkan ribuan stok celana dan menerima kerugian ratusan juta rupiah lantaran celana mulai tidak mendapat lirikan konsumen.

Sejak larangan mengenakan celana bagi perempuan dilontarkan oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS beberapa waktu lalu, kini, sejumlah pedagang mulai mengeluh sebab harus siap menerima kerugian dengan menggudangkan sejumlah stok celana Jeans.

Mahmudal (28) pemilik Toko Valentine yang menyediakan khusus pakaian wanita, di Jalan Iskandar, Kota Meulaboh, mengaku siap dan pasrah rugi Rp 150 juta. Sebab sebanyak puluhan ribu potong celana jeans mulai tidal laku terjual. “Sejak larangan mengenakan celana dituturkan Bang Ramli MS (Bupati), sejumlah jeans di toko saya nyaris tidak laku,” katanya.

Kini, sambung Mahmudal, sekitar puluhan ribu potong celana siap digudangkan dengan kalkulasi kerugian mencapai Rp 150 juta. Jika dioper ke toko di daerah lain yang tidak diberlakukan larangan mengenakan celana pun, tidak dapat mengembalikan kerugian, Namun hanya mampu meminimkan kerugian semata.

Sedangkan solusi oper belum tentu berhasil, karena stok barang yang ada merupakan barang lama. Sementara model celana tiap tahun selalu berganti model penyajian gaya, hingga dikhawatirkan solusi oper tidak akan berhasil dan mendapat minat pembelian dari pedangang daerah lain. Kondisi rugi tersebut membuat Mahmudal dan sejumlah pedangan busana lainya pasrah untuk menerima kerugian.

Dahulu, jika menjelang lebaran seperti sekarang, Ulas Mahmudal, tentu celana mendapat rekor pertama laris manis di pasaran, namun kini sejak “anti celana” mulai diberlakukan, jeans mulai ditinggal pembeli. “Sekarang para perempuan rata-rata membeli rok. Tiap hari sebanyak 80 persen dagangan yang laku ada rok," ujranya. (ali/dbs)


latestnews

View Full Version