View Full Version
Senin, 18 Jan 2010

Benarkah Pornografi Lebih Aman Dari Game Kekerasan??

Jakarta (voa-islam.com) – Pernyataan aneh dari Bintang ternama yang membintangi 2.000 lebih film porno menilai video game yang mengandung unsur kekerasan lebih berbahaya daripada pornografi.

Pernyataan kontroversial tersebut mendapatkan banyak tanggapan gamer dan pelaku bisnis online, dengan menyimpulkan bahwa pornografi memang tidak lebih baik daripada kekerasan.

....Video games penuh dengan kekerasan memberikan dampak negatif lebih besar kepada anak daripada pornografi,” klaim seorang bintang porno...

“Video games penuh dengan kekerasan memberikan dampak negatif lebih besar kepada anak daripada pornografi,” klaim seorang bintang porno.

Dia juga mengatakan bahwa orangtua sudah seharusnya lebih khawatir terhadap pengaruh games yang mengandung unsur kekerasan. Komentar Jeremy dibuat dalam sebuah sesi Great Porn Debate selama penyelenggaraan Consumer Electronics Show di Las Vegas.

Komentarnya tersebut membuat marah para gamer, yang menyebutnya sebagai gangguan. Kemunculan Jeremy di CES menimbulkan banyak tanda tanya. Dia berada di Adult Entertainment Expo yang juga mengambil tempat di Las Vegas bersamaan dengan waktu penyelenggaran CES. Jeremy berbicara dalam kapasitas profesinya dan mempromosikan beberapa alat bantu.

“Studi menunjukkan bahwa video games dengan unsur kekerasan memiliki pengaruh negatif lebih besar bagi anak-anak,” ujar Jeremy.

Pernyataan tersebut membuat mengobarkan sedikit rasa tidak nyaman di dunia game.

“Perilaku yang hipokrit dan berbicara untuk dunia pornografi dengan mengatakan yang lainnyaa lebih buruk. Sangat mengecewakan dari seseorang yang kita kenal dengan baik,” ujar Jim Sterling dari blog game Destructoid.com.

Sedangkan Andy Chalk dari situs video game escapistmagazine.com mengatakan penekanan Jeremy tidak bisa sepenuhnya diabaikan. “Saya tidak berpikir Jeremy sentimen sepenuhnya.”

“Saya tidak ingin anak-anak hanya memainkan Modern Warfare 2 atau menjadi sangat tertarik dengan aktivitas Jeremy, tetapi alasan yang paling masuk akal adalah tidak bisa mengatakan satu hal lebih buruk daripada yang lain secara siginifikan,” ujar Chalk.

Ron Jeremy juga meminta orang tua menggunakan perannya dalam mencegah anak-anak dalam mengakses situs dewasa. Dia mengatakan bahwa industri telah melakukan banyak hal untuk melindungi kaum muda.

“Orang tua dapat memblok benda-benda berbau porno dan berhenti menyalahkan dunia porno dari keburukan pengasuhan orang tua,” ujar Jeremy kepada BBC News.

“Orang tua sudah seharusnya mengawasi anak-anaknya dalam aktivitas online dan mengambil tanggung jawab. Jangan salahkan kami. Kami punya program penolakan, notifikasi umur dan alat bantu memblok perangkat lunak. Kami melakukan bagian kami,” ujar Ron Jeremy.

Pandangan tersebut didukung oleh kritik terhadap pendapatan sektor hiburan porno yang bisa mencapai US$ 10 miliar (Rp 96 triliun) per tahun. (inilah.com, 18/01/10)

Apakah Islam mengenal pornografi atau pornoaksi?


Aurat dalam Islam lebih dikenal dibanding istilah pornografi yang dikenal Barat. Islam lebih tegas dan jauh lebih luas penafsirannya dibanding sekedar istilah pornografi. Yakni yang dikenal dengan istilah aurat. Untuk lebih jelasnya, penulis ingin mengemukakan beberapa pendapat yang sudah banyak disampaikan oleh empat imam madzab. Terutama menyangkut batasan aurat.

Aurat secara bahasa bermakna an naqsu yang berarti kurang atau aib adapun secara istilah sesuatu yang tidak diboleh dilihat atau dipertontonkan. Menutup aurat wajib hukumnya dan ini telah menjadi kesepakatan para ulama baik klasik maupun kontemporer kecuali untuk keperluan darurat seperti buang air besar atau mandi dsb.

Hal ini berdasarkan hadist Nabi ; "Aisyah meriwayatkan, bahwa saudaranya yaitu Asma' binti Abubakar pernah masuk di rumah Nabi dengan berpakaian jarang sehingga tampak kulitnya. Kemudian beliau berpaling dan mengatakan: "Hai Asma'! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya, melainkan ini dan ini -- sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya". (Riwayat Abu Daud dalam Fiqh Islam Wa Adillatuh oleh Dr Wahbah Zuhaili Juz :1 Hal :738). Dalam hadis ini ada kelemahan, tetapi diperkuat dengan hadis-hadis lain yang membolehkan melihat muka dan dua tapak tangan ketika diyakinkan tidak akan membawa fitnah.

Batasan aurat Menurut mazhab Hanafi, aurat laki-laki mulai dari bawah pusar sampai bawah lutut, hal ini berdasarkan ma'sur (perkataan sahabat); "Aurat laki-laki apa yang ada diantara pusar dan lututnya atau apa yang ada dibawah pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan".

Firman Allah: "Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya" (QS : An Nur :31). Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Umar maksud perhiasan yang biasa nampak dalam ayat ini adalah wajah dan telapak tangan (Dalam Roddul Muhtar Juz :1 Hal : 375-378).

Mazhab Maliki, membagi aurat lelaki dan wanita ketika shalat dan diluar shalat kepada dua bagian. Pertama, aurat berat (mughallazah) dan aurat ringan (mukhaffafah).

Aurat berat pada lelaki adalah kemaluan dan dubur, sedangkan aurat ringan selain dari kemaluan dan dubur (dalam Bidayatul Mujtahid Juz :1 Hal :111) adalah Fahd (paha) menurut mazhab ini bukanlah aurat, mereka berdalil dengan hadist nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah; "Pada perang Khaibar tersingkaplah pakaian Nabi dan nampaklah pahanya". (HR Bukhori dan Ahmad).

Namun pendapat ini di rodd oleh para ulama lain karena banyak dalil lain yang lebih kuat dan tsiqoh. (Dalam Nailul Authar Juz :2 Hal :178). Aurat berat wanita seluruh badan kecuali ujung-ujung badan dan dada. Yang dimaksud ujung badan adalah anggota ujung badan seperti tangan, kepala dan kaki. Semua ujung badan itu tidak dianggap aurat berat ketika sembayang.

Mazhab Maliki membataskan apa yang dianggap aurat ringan pada wanita termasuk dada, lengan, leher, kepala dan kaki. Sedangkan muka dan dua tapak tangan tidak dianggap aurat langsung pada mazhab ini, pendapat mazhab ini banyak diikuti negara-negara Arab di Afrika Utara dan negara-negara Afrika.

...Mengumbar aurat didepan umum selain kepada mahramnya dan yang diperbolehkan oleh syariah, dikategorikan sebagai tindakan pornografi baik karena alasan seni, kebebasan ekspresi ataupun yang lainnya...

Menurut mazhab Syafi?i, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut, baik dalam shalat, thawaf, antara sesama jenis atau kepada wanita yang bukan mahramnya, hal ini berdasarkan hadist yang
diriwayatkan oleh Abi Sa?id Al Khudri; "Aurat seorang mukmin adalah antara pusar dan lututnya?. (HR Baihaqi). Dalam hadist lain
dikatakan; ?Tutuplah pahamu karena paha termasuk aurat". (HR Imam Malik)?. (dalam Mugni Al Muhtaj Hal:1 Juz:185).

Batas aurat wanita termasuk seluruh badan kecuali muka dan dua tapak tangan di bagian atas dan bagian bawahnya. Dalil mazhab ini adalah firman Allah; "Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya" (QS: An Nur :31). Hadist Nabi mengatakan; ?Rasulullah melarang wanita yang sedang ihrom memakai qofas (sarung tangan) dan niqob (tutup muka)?. (HR Bukhari).

Kalau sekiranya muka dan telapak tangan bukan aurat niscaya Rasul tidak akan melarang wanita yang sedang ihrom menggunakan qofas dan niqob. Menurut mazhab Hambali, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut dalil mazhab ini sama dengan yang digunakan oleh mazhab hanafi dan mazhab syafi?i. Adapun aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, hal ini berdasarkan firman Allah dan hadist-hadist diatas. (dalam Goyatul Muntaha Juz:1 Hal: 97-98).

Mengumbar aurat didepan umum selain kepada mahramnya dan yang diperbolehkan oleh syariah, dikategorikan sebagai tindakan pornografi baik karena alasan seni, kebebasan ekspresi ataupun yang lainnya. Dengan demikian konsep pornografi dalam Islam sangat jelas, tegas dan lugas, hal ini tentunya berbeda dengan konsep orang-orang Barat yang masih ngambang, sehingga masih ada celah-celah untuk menyelewengkannya. Karena itu, umat Islam harus ekstra hati-hati dalam menyikapi hal ini, terutama terhadap pihak-pihak yang mengambil kesempatan dengan bermain ?kata-kata? dengan mengatakan ?defenisi pornografi belum jelas?.

Pihak-pihak tertentu itu terutama yang merasa terancam jika UU ini berlaku-- kini berusaha membuat dalil untuk gagalnya UU ini terjadi. Kelihatannya, dalil yang digunakan untuk menyebarkan kebaikan, demokrasi, mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan kesetaraan gender. Padahal sebenarnya, seperti dikatakan Al-Qur?an, mereka telah membuat kerusakan yang besar, akan tetapi mereka tidak menyadarinya. ?Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar?. (QS: Al Baqarah: 12).

Bagaimanapun, sebagai masyarakat biasa, kita sadar, RUU yang kini sedang digodok di DPR itu adalah sebuah niat baik, yang justru melindungi martabat wanita, anak-anak dan keluarga. Karenanya, jika masih ada orang berdebat dan bersilat lidah dibalik kata-kata, ?Difinisi pornografi belum jelas?, sebaiknya memakai difinisi Islam tentang aurat.

Apakah sesungguhnya yang boleh dilihat, dipandang dan dipamerkan bagi seorang wanita atau pria. Dalam Islam, soal aurat jauh lebih luas, tegas dan jelas. Berbalik 180 derajat dibanding soal pornografi yang dikenal di Barat. Jangankan soal wajah dan tubuh, sampai-sampai, soal suara pun Islam mengatur dengan cermat dan menganggapnya aurat.
Bagi mereka yang masih suka bermain kata-kata dan bersilat lidah, sebaiknya kita menanyakan dengan hati nurani.

Bagaimanakah jika semua yang sedang dia bela-bela itu (terutama pornografi dan pornoaksi) itu bila kelak terjadi dan merusak sendi kehidupan masyarakat? Dan bagaimana bila anak-ananya atau saudara-saudara perempuannya yang menjadi pelaku? Atau, mungkin, justru anak-anak dan saudara-saudara yang kelak menjadi korban? Nah, kecuali jika mereka memang tak punya hati. Karena itu, artikel ini, hanya bagi Anda yang masih ?memiliki hati?.

Efek Negatif Game Kekerasan

Di kalangan mahasiswa, frekuensi dan jenis video games yang dimainkan tampaknya memperlihatkan resiko yang pararel terhadap penggunaan narkoba dan alkohol, hubungan pribadi yang bermasalah, dan rendahnya tingkat kepercayaan diri, sebuah penelitian melaporkan.

...Memainkan video game kekerasan menjadikan kepercayaan diri yang rendah atau bermain video games akan mengarah pada penggunaan narkoba...

"Namun hal ini tidak berarti bahwa setiap orang yang memainkan video game memiliki kepercayaan diri yang rendah atau bermain video games akan mengarah pada penggunaan narkoba," ujar Laura M. Padilla-Walker kepada Reuters Health.

Sebaliknya penelitian ini menemukan indikasi bahwa permainan video games memiliki beberapa efek negatif, "Setidaknya untuk beberapa segmen masyarakat," ujar Laura, seorang profesor di School of Family Life, Brigham Young University di Provo, Utah.

Laura dan koleganya meneliti selama 12 bulan ‘frekuensi dan tipe video games serta penggunaan internet' yang dilaporkan oleh responden, yaitu 500 wanita dan 313 pria berstatus mahasiswa di Amerika Serikat.

Para mahasiswa yang rata-rata berusia 20 tahun dan tentu saja sebagian besar dari mereka menerima kredit untuk studi partisipasi mereka, juga mengungkapkan tentang penggunaan alkohol dan narkoba, persepsi tentang harga diri dan penerimaan sosial, serta kualitas hubungan mereka baik dengan teman-teman maupun keluarga mereka.

Temuan yang dilaporkan dalam Jurnal Pemuda dan Remaja menunjukkan "Perbedaan gender menentukan dalam permainan video games dan penggunaan internet," ujar Laura.

Sebagai contoh, dibandingkan dengan wanita, pria dilaporkan bermain video games tiga kali lebih sering dan memainkan video games kekerasan hampir delapan kali lebih sering.

Pria juga lebih suka menggunakan internet untuk hiburan, melihat berita utama harian dan pornografi sedangkan wanita lebih banyak menggunakan internet untuk email dan tugas sekolah.

Namun terlepas dari gender, terlihat jelas korelasi antara seringnya bermain video games dengan penggunaan alkohol dan narkoba yang lebih sering, serta rendahnya kualitas hubungan pribadi, sebagaimana seringnya bermain video games kekerasan memiliki korelasi dengan tingginya angka pasangan seksual dan rendahnya kualitas hubungan personal.

Para peneliti menghubungkan hasil negatif yang serupa terhadap penggunaan internet untuk chat room, belanja, hiburan dan pornografi, sebaliknya hasil yang positif ditunjukkan oleh penggunaan internet untuk tugas sekolah.

Laura melihat temuan ini sebagai titik awal untuk penelitian masa depan. Analisis lanjutan dari video games dan penggunaan internet harus meningkatkan pemahaman keseluruhan dari kesehatan dan perkembangan yang muncul di kalangan dewasa muda, tulisnya dalam laporannya.

Kesimpulannya bahwa pornografi dan kekerasan memang tidak baik untuk kita semua sehingga sangat layak bila kita berantas pornografi dan kekerasan yang sangat meresahkan umat.(Ibnudzar/dbs)


latestnews

View Full Version