View Full Version
Rabu, 25 Aug 2010

MUI Nilai Tayangan Televisi Ramadhan Belum Semuanya Positif

Jakarta (voa-islam.com) —Sebagai upaya mengisi bulan suci  Ramadhan, MUI melakukan pemantauan terhadap berbagai televisi.  Namun secara keseluruhan MUI menyimpulkan masih banyak tayangan televisi yang dinilai belum pantas ditayangkan saat Ramadhan.

Berdasarkan hasil pemantauan selama sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, Tim Pemantau TV Ramadhan 1431 H dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa sebagian stasiun TV perlu membenahi siarannya selama bulan Ramadhan.

Hasil pantauan tersebut disampaikan oleh wakil Ketua Tim Pemantau TV Ramadhan 1431 MUI, Imam Suhardjo, di kantor MUI, Jakarta, Selasa. "Masih banyak tayangan yang mengandung kekerasan fisik dan tekanan psikis," katanya.

Ia mengatakan, kekerasan fisik ditampilkan antara lain dalam bentuk saling memukul dan mengempaskan kepala teman main, sedangkan tekanan psikis dilakukan melalui ejekan, hinaan, cacian, sebutan atau julukan yang tidak pantas.

"Masih banyak tayangan yang mengandung kekerasan fisik dan tekanan psikis," katanya.

Menurut Imam, Ramadhan adalah bulan suci yang kesuciannya mesti dijaga bersama-sama oleh umat Islam khususnya dan umat bersama pada umumnya.

"Belum semua stasiun TV mengisi bulan Ramadhan dengan tayangan positif dan belum semua stasiun TV menjadikan Ramadhan sebagai bulan mulia dengan memperbanyak tayangan positif," paparnya.

Namun, kata Imam, sudah ada beberapa stasiun TV yang berusaha mengisi Ramadhan dengan tayangan positif dan produktif, baik dari nilai keagamaan maupun nilai sosial, seperti TVRI, Metro TV, dan TV One.

Pemantauan tersebut dilakukan terhadap sejumlah stasiun TV, di antaranya TVRI, TPI, SCTV, ANTV, Metro TV, Indosiar, Trans TV, Trans 7, Global TV, TV One, dan O Chanel.

Dalam proses pemantauan, MUI mengacu pada Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan fatwa MUI. (Ibnudzar/kps)


latestnews

View Full Version