View Full Version
Kamis, 01 Dec 2011

Pertemuan di Bogor Kisruh, PDIP Emosional & Diusir dari Ruang Rapat

Bogor (voa-islam) – Dalam pertemuan Forkami dengan perwakilan fraksi di Gedung DPRD Kota Bogor, masing-masing fraksi mengemukakan pandangannya terkait dukungan kepada walikota atas penyelesaian GKI Yasmin.

Sejumlah Fraksi dari Partai Demokrat, Golkar, PKS, dan Partai Gabungan (PPP, Gerindra, PAN) – kecuali PDI P - berjanji akan melaksanakan aspirasi alim ulama, pimpinan Pondok Pesantren, Ormas Islam, tokoh masyarakat dan umat Islam Kota Bogor terkait penyelesaian kasus GKI Yasmin. Masing-masing fraksi menyatakan dukungannya terhadap walikota Bogor H. Diani Budiarto yang telah melaksanakan keputusan MA, membekukan IMB gereja.

Setelah masing-masing Fraksi menyampaikan pandangannya, giliran anggota DPRD dari Fraksi PDIP menyatakan sikapnya. “Apakah anda setuju NKRI? Apakah Anda setuju Pancasila? Apakah Anda setuju Bhineka Tunggal Ika?” tanya seorang anggota DPRD dari Fraksi PDI P kepada semua hadirin yang berada di ruang rapat yang sempit dan panas itu.

Lalu dijawab kompak oleh umat islam yang tergabung dalam Forkami,” Setuju…..!”. Meski ada yang nyeletuk, “asal Pancasilanya bener saja.”

Kemudian, anggota DPRD Fraksi PDIP melanjutkan, “Kami dari Fraksi PDIP akan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang ada. Ini bukan persoalan dukung mendukung,” katanya.

Belum selesai bicara, tiba-tiba salah seorang umat Islam yang hadir di ruang itu menyela dengan nada emosi, “Sudah, cukup..cukup…Sudah pak, jangan ngomong, percuma, ngambang,  plintat-plintut. Sudah jelas, yang interplasi alias tidak setuju cuma PDIP sendiri, fraksi lain setuju. Fraksi PDIP mending keluar saja. Dan Pemilu besok, kita jangan pilih lagi PDIP,” kata seorang tokoh masyarakat Bogor yang sejak awal kritis dalam pertemuan tersebut.

Salah seorang kawan dari anggota DPRD yang berada di sebelahnya pun terpancing emosi, dan mengeluarkan kata-kata kasar sambil nunjuk-nunjuk ke  arah umat Islam yang tergabung dalam Forkami. Lalu, merasa tertekan sendiri, tiga orang PDI keluar dari ruangan dengan hati yang jengkel.  “Jangan bawa-bawa partai, ya sudah jangan pilih PDI P nanti,” ujarnya dengan nada tinggi. Lalu oleh umat Islam, menjawab : “Alhamdulillah…sorry ye gak akan pernah pilih PDIP.” Suasana pun memanas, namun tetap terkendali.

Abaikan Forum Cinta Damai

Forkami juga meminta DPRD agar tidak menerima masukan-masukan dari forum-forum lain (Forum Cinta Damai), selain ormas Islam dibawah MUI. Mengingat mereka (Forum Cinta Damai) adalah kelompok yang sudah dibeli alias dibayar oleh pihak gereja.

“DPRD juga harus tegas melarang adanya misa di jalanan. Karena bila tidak, akan menyulut konflik horizontal. Kita tidak akan melanggar hukum dalam menegakkan hukum. Tapi kita tidak akan lari, kalau ada pelanggaran hukum. Mereka jual kita beli. Usahakan sebelum Natal, tanggal 7 Desember, kasus ini sudah selesai, jangan menunggu sampai tanggal 19 Desember,” kata Ahmad Iman menambahkan.

Satu hal yang harus diperhatikan, jangan pernah alergi mendengat Forkami. Karena Forkami adalah betul-betul warga muslim yang tinggal di Kelurahan Curug Mekar Bogor.

Ahmad Iman (ketua Forkami) menyesalkan media massa (TV One) yang memberitakan, walikota membangkang tidak mengikuti keputusan MA. Padahal Walikota sudah melaksanakan keputusan Peninjauan Kembali (PK) MA. Jelas ini pemutar balikan fakta. Forkami juga tidak gentar, jika kasus GKI Yasmin telah sampai ke dunia internasional. “Mereka (GKI Yasmin) benar-benar antek AS,”kata Ahmad.  Desastian


latestnews

View Full Version