View Full Version
Rabu, 22 Aug 2012

Lebaran "Galau", Serbu Makanan Manis, Mulai Banyak Orang Sakit Gigi

JAKARTA (VoA-Islam) -  Lebaran adalah hari gembira kaum muslimin, setelah sebulan penuh menahan diri untuk tidak makan dan minum di siang hari. Tapi lebaran menjadi galau, bagi mereka yang sakit gigi. Terlebih saat lebaran tiba, segala jenis makanan dan minuman yang ada di meja langsung diserbu tanpa memperhatikan aspek kesehatannya. Lebaran pun jadi ajang balas dendam untuk menikmati makanan yang serba manis.

Biasanya makanan dan minuman yang menjadi penyebab timbulnya penyakit adalah kue kering yang mengandung gula, termasuk saat mengkonsumsi minuman sirop secara berlebihan. Keluhan gigi cenat-cenut sering dialami saat sedang sibuk-sibuknya berlebaran karena kebersihan giginya terabaikan.

Seperti diketahui, mengkonsumsi makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan karies gigi.Karies gigi adalah lubang pada gigi yang disebabkan oleh kuman. Kuman itu bisa tumbuh subur di gigi karena ada makanan tersisa pada gigi. Kuman sangat senang tinggal pada sisa makanan yang mengandung karbohidrat dan yang manis.

Ketika gigi tidak digosok, sisa-sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi bisa memicu peradangan dan rasa nyeri yang sangat mengganggu. Apalagi kalau makan yang manis-manis, maka gosok gigi idealnya malah harus dilakukan lebih sering dari biasanya. Adakalanya, untuk melakukan rutinitas gosok gigi 2 kali sehari, kadang-kadang tidak cukup waktu dan kalau sedang dalam perjalanan belum tentu menemukan air bersih.

Dianjurkan, gosok gigi secara teratur sebaiknya tetap dilakukan, atau minimal makan buah berserat kalau memang tak punya waktu. "Saya akui itu memang sulit dilakukan, tapi minimal usahakan kumur atau makan buah yang berserat dan berair," saran Drg Zaura Rini Anggraeni, MDS, ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) seperti diberitakan detikHealth.

Kebutuhan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut akan makin mendesak jika ada lubang yang belum ditambal. Sisa-sisa makanan yang terjebak dalam lubang tersebut bisa membusuk, lalu menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan sampai membuat kepala berdenyut-denyut.

Oleh karenanya, Drg Zaura menyarankan untuk tidak menunda-nunda menambal gigi pada lebaran tahun depan kalau memang ada lubang. Selain mudah dilakukan di Puskesmas mana saja, biayanya juga relatif tidak mahal dan yang jelas menjamin kenyamanan selama berlebaran.

Sebagai solusi untuk mengatasi rasa nyeri akibat sakit gigi, Drg Zaura menyarankan untuk sesegera mungkin mengunjungi fasilitas kesehatan untuk periksa. Istirahat dan minum pereda nyeri yang dijual bebas juga bisa dilakukan sebagai solusi jangka pendek, sambil menunggu waktu untuk periksa.

Penyakit Saat Lebaran

Seperti  dijelaskan Dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam FKUI-RSCM, pada minggu pertama setelah lebaran, pasien-pasien yang datang ke unit gawat darurat biasanya karena diare dan kekambuhan berbagai penyakit kronis seperti hipertensi yang tidak terkontrol dan gula darah yang tidak terkontrol, bahkan sampai stroke atau serangan jantung.

 Oleh karena itu, Dr Ari mewanti-wanti kepada penderita penyakit diabetes, kolesterol dan hipertensi untuk selalu mewaspadai asupan makanannya. Bagi penderita kolesterol, hipertensi dan masalah jantung, sebaiknya selalu ingat agar tidak kalap apabila menjumpai menu-menu sebagai berikut:

1. Mentega, goreng-gorengan

2. Daging sapi berlemak, gajih sapi dan gajih kambing

3. Keju, sosis dan susu lemak tinggi

4. Udang, kepiting, kerang, siput dan belut

5. Cumi-cumi

6. Kuning telur

7. Otak sapi

8. Telur puyuh

Sementara bagi penderita diabetes atau kencing manis, kuatkan diri agar tidak tergoda oleh makanan-makanan yang banyak mengandung gula. Selain dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis, makanan-makanan manis seperti itu dapat memicu komplikasi diabetes, baik yang bersifat akut (seketika) maupun kronis (menahun).

Komplikasi akut antara dapat berupa infeksi yang sulit sembuh dan koma hiperglikemik atau koma yang terjadi akibat kadar gula menjadi sangat tinggi. Sedangkan komplikasi kronis adalah berupa gangguan mata (retinopati), ginjal (nefropati), stroke dan serangan jantung.

Namun pantangan ini bukan berarti lantas menghilangkan kemeriahan perayaan lebaran bersama kerabat. Makan makanan yang berlemak dan manis sah-sah saja, asal tetap menjaga porsi dan komposisinya.

"Setiap orang harus memiliki kesadaran untuk selalu melakukan asupan makanan dengan pola diet seimbang. Untuk mengurangi efek terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, usahakan mengurangi makanan yang manis-manis ataupun gorengan dan sebaiknya lebih memilih sayur dan buah saja,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc, ahli gizi dari FKUI-RSCM.

Agar tetap sehat saat bersantap lebaran, dr Saptawati memberikan beberapa tips, yaitu:

- Makan tetap teratur serta jangan mengambil porsi yang terlalu besar setiap kali makan. Jadwalnya makan pagi sesudah salat, selingan pagi, makan siang, selingan sore dan makan malam. Semuanya dengan porsi seperti hari-hari biasa.

- Konsumsi makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang, yaitu banyak sumber karbohidrat kompleks (nasi atau ketupat), sedikit lemak dan protein (opor, gulai) serta sedikit sekali gula, minyak dan garam termasuk kue-kue yang manis.

- Setiap kali makan harus terdiri dari berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah. Jangan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya.

- Selalu ingat bahwa makanan yang kaya kandungan lemak akan memberikan asupan kalori yang paling besar sehingga rawan menyebabkan kenaikan berat badan. Desastian/dtkhealth

 


latestnews

View Full Version