View Full Version
Rabu, 17 Oct 2012

Tak Cukup Sehari Membicarakan Kekejaman Bashar Al Assad

BANDUNG (voa-islam.com) - Syeikh Ghayyats salah satu pemateri di acara Tabligh Akbar dan aksi solidaritas untuk Suriah yang diselenggarakan oleh KODAS (komunitas da’wah dan Sosial) di masjid istiqomah Bandung menyatakan tidak cukup sehari membahas kekejaman Bashar Al Assad. Beliau banyak bercerita tentang berbagai bentuk penyiksaan yang dialami oleh kaum muslimin di Suriah.

Perempuan  dan anak-anak tidak luput dari berbagai bentuk penyiksaan. “Tentara rezim ini memperkosa lalu membakar para perempuan dan membuangnya begitu saja, anak-anak digorok didepan orangtuanya dan begitupula sebaliknya, pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah Yahudi juga melakukan hal sekejam ini?,” ungkap Syeikh Ghayyats

Rakyat Suriah melakukan demonstrasi dengan meneriakkan slogan-slogan perdamaian tetapi rezim Nusairiyah ini membalasnya dengan menghujani rakyatnya sendiri dengan bom dari tank-tanknya. Tak hanya itu rezim ini juga menghinakan masjid-masjid milik kaum muslimin dengan merusaknya dan membakar mushaf-mushaf Al-Quran yang terdapat didalamnya.

Angga Dimas Pershada sebagai relawan hilal ahmar yang terjun langsung ke tempat-tempat pengungsian  di Suriah mengungkapkan angka kematian yang begitu fantastis hingga mencapai 35 ribu jiwa, dengan rata-rata kematian 200 jiwa per hari. Belum lagi ditambah dengan jumlah pengungsi yang tidak terdaftar, karena  pengungsi yang tidak terdaftar itu jumlahnya dua kali lipat dari pengungsi yang terdaftar.

Beliau juga mengungkapkan bahwa konflik yang terjadi saat ini di Suriah adalah konflik agama antara kaum muslimin dengan Syiah, hanya saja terjadi pemutar balikan fakta di media-media terutama oleh blok Iran bahwa pemberontak Suriah dibantu oleh Amerika sedangkan rezim nusairiyah ini merupakan rezim yang anti Amerika dan Zionis Israel.

Hal ini menyebabkan sebagian kaum muslimin menjadi antipati terhadap perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Suriah. Padahal hal tersebut tidak benar, bagaimana mungkin Amerika mau membantu perjuangan rakyat suriah, lembaga kemanusiaan saja yang berasal dari Amerika tidak ada disana.

Baru-baru ini kita disuguhi berita bahwa Turki marah karena roket-roket dari rezim militer Suriah menghantam daerah perbatasan di Turki yang mengakibatkan meninggalnya 5 warganya, sebenarnya hal itu sudah sangat sering dilakukan oleh Suriah, saya mempunyai saksi hidupnya yaitu akhi Fathi (sesama relawan hilal ahmar). Beliau berada persis di pengungsian perbatasan suriah – turki saat roket-roket dari suriah jatuh di daerah pengungsian. Saking kejamnya rezim ini, rakyatnya yang sudah mengungsi ke Turki saja masih menjadi sasaran tutur relawan yang juga pernah ke Palestina ini.

Ustadz Yusuf Burhanuddin, Lc. sebagai ketua litbang Pemuda Persis sebagai pembicara terakhir menyatakan bahwa sebagai kaum muslimin kita harus mengetahui tentang sejarah dari konflik-konflik seperti ini agar tahu mana lawan dan mana kawan. Bukan tidak mungkin bila Syiah sudah menjadi mayoritas dinegeri ini kita semua akan disembelih.

Acara yang berakhir sebelum shalat zuhur tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar 17 juta rupiah, itu pun belum ditambah dari dana yang masuk via rekening sekitar 1,5 juta. [ Abu Umayyah - KODAS]


latestnews

View Full Version