View Full Version
Rabu, 09 Jan 2013

Halangi Kebebasan Berekspresi,Bencong Curhat Habis & Gregetan pada FPI

JAKARTA (VoA-Islam) – Saat sesi tanya jawab dalam Seminar“Kekerasan Atas Nama Agama dan Masa Depan Toleransi di Indonesia” di Gedung MK , seorang waria alias bencong bernama Dodo atau yang punya nama lengkap Widodo Budi Darmo alias Dodo, mencurahkan isi hatinya (curhat) tentang FPI yang selama ini kerap menghalang-halangi kaum waria untuk berekspresi.  Kasus terakhir adalah ketika FPI menggagalkan kelompok banci menggelar acara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dodo yang merupakan Koordinator Program Arus Pelangi, sebuah LSM yang aktif membela hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transeksual (LGBT), dengan logat jawanya yang “kental” mengaku gemas dan benci dengan ormas Islam seperti FPI. Terlebih FPI sering membubarkan kaum waria punya hajat.  

"Polisi takut sama FPI. Saya hubungi Polda, Mabes Polri, mereka semua bilang katanya ada keberatan dari FPI. Lho FPI ini siapa," kata Dodo dengan gayanya yang “lenje” disertai ekspresi wajahnya yang” amit-amit”.

Kata Dodo, bahkan Polisi yang ada di lapanganpun dibentak oleh oknum FPI. "Polisi-polisi itu dibentak oleh FPI," katanya berapi-api. Dodo lagi-lagi gemas ketika rekannya di Makasar pernah digebuk laskar FPI saat menggelar acara serupa.

Dodo mengklaim, jumlah waria di Indonesia ada 7 Juta. “Di Indonesia ada sekitar 7 juta waria dan mereka mengalami kekerasan atas adanya agama. Katanya, waria sudah mengalami kekerasan saat memiliki tubuh. Karena agama apapun di sebuah keluarga, ketika tahu anaknya melakukan transgender yang terjadi adalah pengusiran.“Di Jakarta saja ada 6200 waria. 60 % dari mereka diusir oleh keluarganya karena dianggap pendosa,” katanya.

Melihat jumlah yang cukup banyak, Dodo mengaku bisa saja kelompok waria membuat partai. “Jangan salah lho, kita bisa buat partai mengalahkan PBB (Partai Bulan Bintang),” selorohnya disambut tawa peserta seminar.

Kebencian kaum banci terhadap FPI, ternyata tidak sendiri. Salah seorang perempuan yang mengaku dari LSM Bhineka Tunggal Ika juga menyatakan kebenciannya terhadap FPI yang juga giat memerangi aliran sesat. Temasuk Yenny Wahid, putri Gus Dur yang liberal itu.  

Curhatan Dodo ditanggapi oleh Yenny Wahid.  Ia menyinggung soal kegiatan FPI yang diketahuinya memang sebelum melakukan "aksi" mereka telah melakukan berbagai tahapan prosedur (protap). Tapi kemudian Yenny berkata secara retoris, "Memang mereka siapa? Kalau seperti itu mestinya Banser yang lebih siap melakukan," kata Yenny.

Berdasarkan hasil "klipping" media yang dilakukan The Wahid Institute, FPI dituduh melakukan 52 tindakan intoleransi selama 2012. Angka ini sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan pelanggaran oleh negara yang dilaporkan yakni 110 pelanggaran yang terdiri dari 16 tindakan kekerasan.  

FPI pun jadi bahan gunjingan kelompok liberal dan kaum banci. Sepertinya The Wahid Institute yang dikomandoi oleh Yenny Wahid telah mendeklarasikan dirinya sebagai pengamat FPI.  Beberapa edisi dalam bulletin internalnya, The Wahid Institute selalu menganalisa sepak terjang FPI dalam memerangi kemaksiatan. Luar biasa!!! desastian


latestnews

View Full Version