View Full Version
Selasa, 11 Jun 2013

Ungkap Kronologis, Komnas HAM: Tindakan Densus Provokasi Warga Poso

PALU (voa-islam.com) - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siane Indriani membeberkan kronologis penembakan Ahmad Nudin di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang terjadi Senin (10/6/2013) kemarin. Menurut Siane, proses penembakan Nudin alias Bondan versi polisi berbeda denga versi Komnas HAM.

Hal itu dibeberkan Siane melalui pernyataan tertulis, Selasa (11/6/2013). Menurut Siane, kejadian yang menewaskan Nudin bermula pada Senin (10/6/2013) pukul 15.35 WITA. Saat itu Nudin berboncengan dengan temannya mengendarai motor Revo bernomor polisi DN 4159 EI. Nudin saat itu dibuntuti polisi di Jalan Pulau Seram.

Pada pukul 15.40 WITA di Jalan Pulau Irian, tepatnya di depan Lorong Jalan Pulau Seribu, motor yang dikendarai Nudin ditabrak oleh mobil polisi yang membuntuti itu. Kronologi ini berbeda dengan versi polisi. Menurut polisi, Nudin menabrak mobil polisi.

Setelah motor terjatuh, dua orang tersebut melarikan diri ke Lorong Pulau Seribu. Polisi melepaskan tembakan delapan kali, Nurdin tertembak. Sedangkan temannya kabur.

Menurut polisi, Nudin menembaki aparat. Polisi memberikan tembakan balasan.

Motor yang tertinggal di tempat kejadian diamankan oleh anggota TNI di Poso. Pukul 20.00 WITA, massa menuju Polres Poso meminta jasad Nudin. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan polisi. Sebelumnya terdengar suara tiang listrik dipukul berkali-kali.

Komnas HAM menyesalkan pernyataan polisi yang berlawanan dengan fakta di lapangan. Komnas HAM meminta Kapolri untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya agar warga di Poso tenang.

"Kami menyesalkan tindakan Densus 88 yang sangat represif sehingga malah memprovokasi kemarahan warga," kata Siane. [Widad/Ant]


latestnews

View Full Version