View Full Version
Sabtu, 11 Jul 2015

Tepati Janji Saat Pilpres, Jokowi Akan Minta Maaf Pada Keluarga PKI

JAKARTA (voa-islam.com)- Jokowi akan meminta maaf kepada keluarga besar PKI. Inilah isu tersanter akhir ini, pasalnya, terbuka bebasnya politik dengan Tiongkok menjadi sebab hal itu terjadi. Mulai tergelontornya anggran dana yang fantastis hingga janji lainya yang menggiurkan.

Tentu saja hal itu sangat membuat masyarakat Indonesia sakit hati dengan rencana presiden Jokowi ini, karena dalam tataran erpolikan Indonesia sudah di nyatakan dengan jelas bahwa Komunis adalah ajaran yang di Haramkan dan terlarang untuk lahir kembali di Indonesia.

Sedagkan meminta maaf kepada keluarga besar PKI, sama saja membenarkan apa yang telah di lakukan oleh PKI saat pemberontakan terjadi di masa dulu. Karena sejarah telah mencatat, bahwa pemberontakan PKI bukan sebuah sandiwara politik tapi benar adanya, karena korban keganasan PKI jelas telah banyak memakan korban.

Dengan meminta maaf ke eks Partai Komunis Indonesias (PKI) dan keluarganya, Presiden Joko Widodo artinya merealisasikan janji kampanye pada Pilpres 2014 lalu.

Begitu pandangan peneliti Perludem, Heroik Muttaqien Pratama yang ditemui usai diskusi di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7).

Heroik berpendapat, permintaan maaf ini merupakan tahapan awal bagi Jokowi membuka kembali ruang untuk memproses kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Apalagi selama ini masyarakat, terutama yang hidup di zaman orde lama dan orde baru masih memandang negatif PKI.

"Tapi kita tidak tahu ada transformasi politik dan transformasi sosial yang selama ini berkembang," imbuhnya.

Terkait pengembalian hak-hak politik para eks PKI dan keluarganya, Heroik meminta Jokowi untuk mengkaji lebih dalam dan harus melibatkan masyarakat dalam prosesnya.

"Karena saat ini kita belum tahu persepsi masyarakat terhadap PKI," tegasnya.[protoema/pkspiyungan/voa-islam]


latestnews

View Full Version