View Full Version
Senin, 08 Aug 2016

Mantan Deputi Bidang Pemberantasan BNN: Polisi dan Militer Berpotensi Bantu Penyebaran Narkoba

JAKARTA (voa-islam.com)- Kematian Freedy Budiman masih saja menyisakan pertanyaan oleh beberapa kalangan, tidak terkecuali yang datang dari aparta kepolisian sendiri. Terlebih ada info yang menyebutkan bahwa ada oknum-oknum institusi penegak hukum ikut "membantu".

Bahkan seorang Haris Azhar dari KontraS dilaporkan oleh beberapa institusi, sebut saja dari Polri, BNN, dan TNI karena berawal dari "surat warisan" Freddy.

Irjen Polisi (Purn) Benny Mamoto pun menanggapi hal itu. Menurutnya, persoalan itu nampak tidak konkrit. Entah membantah/tidak. Benny, misalkan saja mencoba memberikan analogi, atau lebih tepatnya contoh bahwa memang benar ada koperasi yang secara legal menyelundupkan barang-barang haram.

"Alamat-alamat kontainer itu berasal dari koperasi yang ada di Kalibata," ucap Mantan Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Sabtu, (6/08/2016), di Jakarta. Akan tetapi ia mengaku harus tetap waspada soal hal tersebut.

"Kami pun mesti hati-hati karena itu menyangkut institusi. Tapi kami ikuti/pantau dalan 24 jam. Pun saat kontainer itu diturunkan. Saat mendekati pabriknya, kita langsung gerebek," kenangnya.

Dan menurutnya, cerita ini juga tertuang dalam berita acara. "Kita periksa atasan Freddy. Sebab yang kami lihat, bahwa koperasi itu juga mengurus cabang-cabangnya di luar negeri. Di sinilah yang menjadi celah dan ruang tersendiri yang tidak sesuai isinya," tambahnya.

Namun ia tidak menampik bahwa jika ada potensi oknum-oknum yang disebut dalam "surat warisan" Freddy. "Untuk potensi ke militer dan kepolisian itu ada. Secara kuantitas masuknya lewat pelabuhan. Bisa pula melalui pelabuhan tikus. Celahnya itu modus seperti tadi, yakni melalui koperasi yang legal," tutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version