View Full Version
Kamis, 01 Dec 2016

Spanduk Penggembosan Aksi Bela Islam Menjamur di Solo

SOLO (voa-islam.com)--Berbagai upaya mencegah umat muslim Solo bergabung dengan Aksi Bela Islam III di Ibukota Jakarta sangat masif.

Spanduk liar berisikan pesan agar tidak mengikuti aksi super damai tersebut menjamur di Kota Solo, Jawa Tengah.

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menilai hal itu sebagai upaya penggembosan. Sebelumnya upaya penggembosan dilakukan dengan mempersulit umat Islam untuk mendapatkan armada ke ibukota.

"Dibalik tulisan itu, ada pihak yang ketakutan sehingga perlu upaya memecah aksi yang awalnya fokus dan sentral di Jakarta menjadi pecah di beberapa daerah. Itu jelas penggembosan dan memperkeruh suasana," ujar Humas LUIS, Endro Sudarsono.

Dari pantauan Voa Islam, spanduk penggembosan tersebut setidaknya terpasang di simpang lima Panggung Motor, Jebres, Solo dan Simpang Lima Monumen Mayor Achmadi, Banjarsari.

Pesan yang disampaikan yakni, "Ahok Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mengapa Harus Berangkat ke Jakarta" serta spanduk bertuliskan "Ahok Sudah Tersangka, Untuk Apa ke Jakarta".

Menurut Endro, pesan dalam spanduk tersebut berangkat dari kesalahan dalam melihat Aksi Bela Islam. Pertanyaan yang benar seharusnya, Mengapa Ahok sudah tersangka namun tidak ditahan?

"Ada pihak yang keliru memahami bahwa Aksi Bela Islam dengan tuduhan yang kurang beralasan seperti makar, radikal bahkan teroris. Itu pemahaman yang salah," imbuhnya.

Pihak LUIS meminta Satpol PP Kota Surakarta menurunkan spanduk yang dinilai meresahkan dan sarat provokasi itu.

"Kami minta spanduk liar dan meresahkan itu diturunkan sebagaimana satpol menurunkan spanduk penolakan berdirinya RS Siloam, padahal itu aspirasi warga," tandasnya. * [Aan/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version