View Full Version
Jum'at, 21 Apr 2017

Bertemu Jokowi, Bakobumin Sampaikan Pentingnya Persatuan Umat

 

JAKARTA (voa-islam.com)--DPP Badan Koordinasi  Muballigh se Indonesia (Bakomubin) bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada Senin, 17 April 2017.

Dalam kesempatan tersebut, BAKOMUBIN membahas persiapan launching Sejuta Mubaligh Bela Negara dan pentingnya merekatkan persatuan umat.

Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Prof Dr KH Dedy Ismatullah,SH Mhum menegaskan bahwa Persatuan umat sangat penting.

Hal itu bisa dilihat dalam peristiwa Tiga doa Nabi SAW, doa pertama tidak ditolak oleh Allah, 'Ya Allah bebaskan umatku dari bencana Nabi Nuh Alaihissalam", Allah menyetujuinya. 'Bebaskan umatku dari kelaparan', kata Allah, 'Aku bebaskan umat Muhammad ini'. Tapi, ketika Nabi meminta persatukan umatku, maka Allah tidak menerimanya. 

"Ini berarti persatuan itu adalah perjuangan. Perjuangan seluruh sistem kehidupan kita. Apalagi di tengah kondisi dalam waktu dekat  akan melaksanakan Pilkada DKI Jakarta, persatuan dan kesatuan Ummat harus semakin di eratkan" ujar KH Deddy dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Kyai Deddy saat konfernsi perz menegaskan bahwa salah satu upaya untuk merekatkan Persatuan umat adalah dengan membekali para Muballigh pemahaman Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kami akan mencetak satu juta Muballigh  bela negara," kata Kiyai Dedy.

Kiyai Deddy menyebutkan program tersebut perlu dipersiapkan mengingat kebutuhan sekitar lebih dari 200 juta umat Islam di seluruh Tanah Air belum semuanya disentuh dengan dakwah yang baik.

"Kami pun ingin menata kualitas mubaligh di negara Republik ini," jelas Kiyai Deddy.

Dedsy menjelaskan bahwa program Sejuta Muballigh Bela Negara juga sebagai bentuk pengabdian para mubaligh kepada bangsa dan negara melalui dakwah. Apalagi, metodologi dakwah ke depan akan berbeda mengacu perkembangan sosial dan budaya masyarakat.

"Globalisasi akan menuntut mubalig itu bisa berpikir cepat melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita. Dan yang kedua yang paling penting kami meletakkan persatuan umat. Persatuan umat sangat penting." tambahnya.

Oleh karena itu, Bakomubin menegaskan keinginannya mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalan dakwah. 

"Mungkin metodologi dakwah ke depan agak berbeda dengan pada hari ini, sebab perkembangan sosial budaya, apalagi globalisasi, akan menuntut seorang mubalig itu harus bisa berpikir cepat, melihat perkembangan budaya, melihat sistem sosial di negara kita," tandasnya. 

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. 

Presiden menjadwalkan akan hadir pada peluncuran 1 juta Muballigh Bela Negara yang di laksanakan tanggal 2 mei 2017 di Jakarta  

Turut hadir dalan oertemuan tersebut diantaranya, Wakil Ketua Majelis Syuro Nasional K.H. Anwar Sanusi, anggota Majelis Syuro Nasional Tatang M. Natsir Fathudin, Ketua Umum DPP Bakomubin Dedy Ismatullah, Sekjend Ustadz Abdurrahman Tardjo, Bendahara Umum haji Soetrisno Lukito, wakil ketua Umum KH Iswadi idris, Beberapa ketua bidang Ustadz yanuar Amnur dan Muhammad Harry Naldi, ustadzah Sitty Hikmawaty, Ustadzah Nung dan Ustadzah Neni dan pengurus lainnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version