View Full Version
Rabu, 03 May 2017

Maklumat Ketentuan Ceramah dari Menag Dinilai Tidak Jelas, Bersayap dan Multitafsir

BANDUNG (voa-islam.com) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan maklumat terkait ketentuan berceramah di rumah ibadah, termasuk masjid.

Maklumat ini disampaikan Menag di Kantor Kementerian Agama Jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017). Maklumat tersebut berjumlah 9 (Sembilan) Point.

Ketua Bidang Garapan Pengembangan Dakwah dan Kajian Pemikitan Islam PP Persis Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum memberikan tanggapan atas Maklumat dari Kemenag ini.

Menurut Tiar, maklumat yang dikeluarkan tidak jelas, bersayap, dan multiinterpretatif. Contohnya poin 1 (satu) tentang tujuan Islam untuk menjaga martabat kemanusiaan.

"Ungkapan ini jelas membingungkan. Bila ditelaah lebih dalam, Islam akan mengangkat martabat manusia ke tingkat yang paling tinggi saat ia menjadi hamba Allah yang paripurna. Artinya ia harus meninggalkan hawa nafsunya untuk tunduk pada Allah," katanya kepada voa-islam.com, belum lama ini.

"Maka, dakwah berarti amar ma'ruf dan nahyi munkar agar manusia terhindar dari kungkungan hawa nafsunya dan menjadi hamba Allah sejati. Selama ini, dakwah yang landasannya Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw. pasti menuju ke sana; kecuali dakwah yang memang bersumber dari hawa nafsu, bukan Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw," lanjutnya.

Kemudian lanjut Tiar, maklumat ini juga berisi kecurigaan berlebihan terhadap para da'i dan penceramah.

"Himbauan ini malah terlihat memiliki kepentingan politis untuk melemahkan kekuatan umat Islam yang salah satu salurannya adalah mesjid," pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version