View Full Version
Rabu, 12 Jul 2017

PARMUSI Prihatin Atas Penganiayaan Hermansyah

JAKARTA (voa-islam.com), Ketua Umum Persatuan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam mengaku prihatin dengan kekerasan yang dialami pakar Information Technology (IT) ITB, Hermansyah, terlepas siapapun pelakunya.

Usamah menegaskan sulit menghindari peristiwa penganiayaan Hermansyah dengan keterlibatannya dalam membongkar chat mesum palsu habib Rizieq-Firza Husein.

"Kita prihatin, terlepas dari siapapun yang melakukan dan motifnya. Tapi, sulit tidak mengaitkan motif penganiayaan itu dengan situasi dan kondisi terakhir yang dia lakukan," katanya kepada voa-islam.com, Selasa (11/7/2017).

Alasan Usamah sulit tidak mengkaitkan kondisi keterlibatan Hermansyah dalam kasus chat palsu, karena penganiayaan memiliki motifasi. Usamah meyakini ada grand design dalam peristiwa tersebut, hal itu bisa dilihat dari kronologi kejadian bahwa korban dipepet dulu oleh sebuah mobil, kemudian dikeroyok oleh para pelaku dari dua mobil berbeda.

"Kita tidak mereka-reka, Polisi harus dengan cepat menuntaskan kasus ini secara hukum, harus menemukannya. Karena ini bukan kasus biasa, ini kasus penganiayaan,"jelasnya.

Usamah khawatir, bila kasus ini tidak ditangani segera dengan baik, akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada penegak hukum serta hilangnya kepatuhan hukum. "Jangan sampai masyarakat terjebak dengan hukum rimba, maka ini harus dicegah"ujarnya.

Usamah mengajak semua pihak untuk mendoakan kesembuhan Hermansyah, agar korban dapat digali keterangannya. Mengetahui dengan siapa saja korban memiliki masalah. "Kalau nanti keterangan dia tidak punya masalah dengan siapa-siapa, paling terakhir masalah membongkar chat habib Rizieq itu," terangnya.

Oleh karena itu, sambung Usamah, semua pihak harus mendesak Kepolisian untuk mengungkap kasusnya. Karena, ini bukan kriminal biasa. "Kepolisian harus mengungkap dan mengumumkan agar tidak ada kecurigaan-kecurigaa,"pungkasnya.

Sekedar diketahui, Ahli IT dari ITB, Hermansyah menjadi korban penganiayaan berat berupa pembacokan oleh sekelompok orang tidak dikenal saat melintasi di jalan tol Jagorawi Kilometer 6 ruas Taman Mini Indonesia Indah dengan jalan tol lingkar luar (Jakarta Outer Ring Road-JORR), Jakarta Timur, Minggu dinihari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hermansyah dibacok saat melintas di jalan tol Jagorawi bersama istrinya, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, korban dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok menggunakan mobil Toyota Avanza B-1086-ZFT.

Hermansyah dikenal sebagai pakar telematika. Hermansyah pernah menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyer Club TV One, dan menyatakan chat Mesum Habib Rizieq Syihab dan Firza Husein hasil rekayasa.

Untuk saat ini, pihak Kepolisian mengaku berhasil menangkap dua dari lima pelaku pembacokan. Para pelaku diketahui sebagai 'mata elang' alias debt collector.

"Profesinya (pelaku) sebagai debt collector," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Depok AKBP Teguh Nugroho dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Rabu (12/7/2017).

Dua pelaku yang tertangkap yakni Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37). Keduanya ditangkap tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Tim Jaguar Polresta Depok dan Polres Metro Jaktim di Jl Raya Sawangan, Depok, pukul 01.00 WIB dini hari tadi. (Bilal)


latestnews

View Full Version