View Full Version
Rabu, 20 May 2020

MIUMI Aceh Nilai Konser Amal BPIP Menyinggung umat Islam dan Bertentangan dengan Kemanusiaan

ACEH (voa-islam.com) - Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. menyayangkan diselenggarakannya konser "Bersatu Melawan Corona" yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. 

"Menyanyangkan adanya konser ini. Konser ini telah menyinggung umat Islam dan rakyat Indonesia, karena diadakan pada saat pandemi Covid-19. Terlebih lagi pada bulan Ramadhan. Bahkan acara ini terkesan pencitraan pemerintah Jokowi," katanya kepada voa-islam.com, Rabu (20/05) melalui WhatsApp.

"Konser ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pancasila. Saat ini, rakyat sangat menderita akibat pandemi. Ekonomi mereka hancur dan sangat susah. Mereka sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Seharusnya, biaya untuk konser ini bisa diberikan kepada rakyat yang sedang menderita dan mengalami kesulitan hidup," lanjutnya.

Menurut Yusran konser ini tidak patut dilakukan oleh pemerintah, terlebih lagi pada saat pandemi ini, karena hanya menghamburkan uang negara dan pemborosan.

Menurutnya ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak peka terhadap persoalan rakyat, bahkan menyakiti perasaan rakyat. Tidak hanya itu, lanjutnya, pemerintah terkesan tidak mampu mensejahterakan rakyat dan pemerintah hanya mampu menjadi CEO penyelenggara konser dan mensejahterakan orang-orang tertentu.

"Konser ini bertentangan dengan syariat Islam. Tentu saja ini maksiat. Islam memerintahkan umatnya mengisi bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah. Begitu pula melarang segala maksiat dan hal-hal yang melalaikan ibadah. Konser ini acara hura-hura, lagu, musik, joget, dan melalaikan ibadah," ujarnya. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version