

BANDUNG (voa-islam.com) - “Agama tanpa pemahaman hanyalah gerak badan saja tanpa memiliki ruh,” kata Dr. Wendi Zarman, pemateri dalam kuliah ke-6 Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung, Kamis malam (07/10). P
ada pertemuan di Masjid Istiqamah tersebut Dr. Wendi, yang merupakan Direktur Institut Pemikiran dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung, menyampaikan materi tentang makna diin (agama) dalam Islam.
Ia pun menegaskan bahwa pemahaman tentang agama menentukan apakah agama ini bermakna atau tidak bagi seseorang.
“Pandangan umum tentang agama terbagi menjadi tiga, yaitu takhayul atau ilusi, alat untuk kepentingan manusia, dan ajaran Tuhan yang haq (benar),” ungkap Dosen Univesitas Komputer Indonesia itu.
Wendi menyebutkan bahwa kalangan-kalangan orientalislah yang sering kali menyebutkan bahwa agama hanya takhayul atau ilusi.
Selain itu, agama sering digunakan sebagai alat pemenuhan kepentingan manusia, misalnya dalam kontestasi politik kepala desa membawa isu-isu agama untuk mendapatkan suara.
Pengertian agama dalam Islam terbagi mejadi dua, diin dan millah.
“Diin artinya ajaran Tuhan yang haq yang disampaikan melalui utusan-Nya,” ujar Wendi.
“Sedangkan millah biasanya disandarkan kepada pembawa risalahnya,” sambungnya.
Gibran, salah seorang peserta kuliah, mengatakan bahwa pemahaman tentang agama itu amat diperlukan oleh setiap insan beragama.
“Kalau pemahaman kita tentang agama itu kosong, maka sebenarnya kita tidak memiliki dasar dalam mengamalkan agama. Kalau tidak punya dasar, untuk apa kita beramal?” ujar Gibran. [utama/syahid/voa-islam.com]