View Full Version
Sabtu, 09 May 2026

Hadirkan Seribu Peserta, Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah Fokus Benahi Ekonomi Umat

Jakarta (Voa-Islam.com)--Organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah bersiap menggelar Muktamar ke-XXIII pada 7-10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini dipastikan akan mengarusutamakan isu kemandirian ekonomi sebagai instrumen baru dalam dakwah keumatan.

​Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis, menegaskan bahwa transformasi dakwah kini harus menyentuh persoalan fundamental masyarakat. Ia menilai, membentengi akidah umat tidak lagi cukup melalui mimbar, tetapi harus dilakukan melalui pemberdayaan kesejahteraan.

​"Ya kita penguatan ekonomi. Kenapa penguatan ekonomi? Karena begini, dakwah kita... saya sudah bilang kemarin, dakwah kita sekarang tidak bisa lagi dari pintu ke pintu. Harus dari dapur," ujar Kiai Masyhuril dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

​Menurut Kiai Masyhuril, gerakan ekonomi harus menjadi perhatian serius ormas-ormas Islam. Ia mengkhawatirkan kondisi generasi muda saat ini yang cenderung hanya berorientasi pada politik praktis tanpa memiliki kemandirian finansial yang kokoh.

​"Sehebat apapun kiprah anak-anak di lapangan kalau tidak punya modal buah tangan, campur tangan, tanda tangan, agak berat naik. Kalau bahasa lainnya kan punya kredibilitas, tapi kalau tidak ada isitas kan tidak bisa juga," tuturnya.

​Sebagai langkah konkret, Muktamar XXIII akan menggodok integrasi kurikulum kewirausahaan (entrepreneurship) di seluruh jenjang pendidikan milik Al Jam’iyatul Washliyah. Kiai Masyhuril menekankan pentingnya menanamkan pola pikir (mindset) pengusaha sejak tingkat SD, SMP, hingga SMA sebagai muatan lokal.

​Langkah ini juga bertujuan meluruskan narasi dakwah agar lebih seimbang. Beliau mengingatkan bahwa sejarah Islam mencatat mayoritas sahabat Rasulullah SAW merupakan para pelaku ekonomi yang sukses.

​"Sahabat Rasul yang sepuluh itu, delapan itu pengusaha. Yang dijamin masuk surga sepuluh itu kan delapan itu (pengusaha). Itu kan jarang disampaikan di majelis taklim. Yang disampaikan cuma masalah surga neraka, dosa dan pahala, tobat dan istighfar," jelasnya.

​​Selain pendidikan, organisasi juga memperkuat pilar ekonomi melalui koperasi dan Bank Perekonomian Syariah (BPRS). Ke depan, para dai akan dibekali kemampuan ekonomi agar saat kembali ke daerah, mereka mampu membina UMKM sekaligus menjaga akidah dan akhlak masyarakat di desa-desa.

​Muktamar ini diperkirakan akan dihadiri oleh 1.000 peserta yang terdiri dari perwakilan 254 daerah dan unsur internal organisasi. Terkait kehadiran Kepala Negara, panitia telah menyiapkan beberapa skenario komunikasi agar Presiden RI dapat memberikan sambutan secara langsung maupun virtual dalam pembukaan acara tersebut.

​"Kita punya SDM, tapi tidak punya modal. Itulah yang mau kita kerjasamakan dengan UMKM dan Kementerian Koperasi," pungkas Kiai Masyhuril.*


latestnews

View Full Version