

BANDUNG (voa-islam.com) - “Worldview menjadi payung kajian di Sekolah Pemikiran Islam (SPI), dan materi ini menjadi bab pembuka untuk materi selanjutnya,” ujar Wendi Zarman saat membuka pertemuan ke-4 SPI angkatan 12 di Masjid Istiqamah pada Kamis (1/10/26).
Dosen Universitas Komputer itu menerangkan bahwa sejak era globalisasi, berbagai paham ideologi dan isme-isme yang bebas berkeliaran secara sistematis dengan bantuan teknologi yang berkembang pesat. “Maka dari itu, tantangan umat Muslim saat ini yang paling berat adalah menghadapi pemikiran barat.” ucap Wendi.
Menurutnya, hadirnya The Worldview of Islam merupakan cara manusia memandang realitas dan sebagai counter untuk pemikiran Barat yang bersifat sekularisme. ”Worldview menyimpan makna bahwa setiap pikiran dan tindakan manusia dilandasi oleh suatu sistem keyakinan dasar: basic beliefs dan sistem yang koheren.” ungkap Dosen UNIKOM tersebut.
Salah satu contoh kelemahan dari pemikiran Barat yang diterangkan oleh Wendi adalah bagaimana ia belum mampu memberi jawaban yang absolut mengenai The Big Question yaitu pertanyaan seputar keberadaan Tuhan atau cara kerja alam semesta.
“Pertanyaan seperti itu merupakan fitrah sebagai manusia yang Allah beri anugerah berupa akal. Akal akan mengarahkan pemahaman bahwa keberadaan alam memiliki tujuan, yaitu untuk mengenal pencipta alam semesta, Allah SWT. Kemudian dari alam kita akan memperoleh banyak manfaat untuk kehidupan,” terang Direktur (PIMPIN) Bandung.
Sedangkan pandangan Al-Attas sebagai penggagas konsep Worldview of Islam membaginya menjadi 7 elemen yang terpusat pada Allah SWT, yaitu: kebahagiaan, manusia, wahyu/nabi, agama, ilmu, alam, dan kebebasan. Semua elemen tersebut merupakan tiang-tiang pemersatu menentukan makna tentang perubahan, pembangunan, dan kemajuan.
Memahami konsep Worldview of Islam ini menjadi penting bagi Hanifah, salah seorang murid SPI. “Konsep ini penting banget untuk kehidupan, supaya kita memahami arah tujuan kita. Sebagai manusia kita dilahirkan sepaket dengan ujian. Kalau kita tidak punya Worldview of Islam di hidup kita, kita tidak akan punya alasan buat menghadapi berbagai ujian tersebut.” tutur aktivis pendidikan itu.
Menurutnya, jika manusia sudah mencapai hakikat kehidupan, maka tujuan tertingginya adalah menggapai ridho Allah Ta’ala. (Balqis Qonitah/Ab)