View Full Version
Senin, 09 Nov 2026

Hilman Latief Minta Pemerintah Redam Keresahan Masyarakat

JAKARTA (Voa-Islam.com)--Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Hilman Latief berharap pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan kejelasan kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang berkembang dan menimbulkan keresahan publik.

Menurut dia, keterbukaan informasi dan penanganan yang jelas diperlukan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan tenang.

Hal tersebut disampaikan Hilman saat menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (8/11/2026).

"Kita berkumpul menumpahkan keresahan kita bersama. Bagi umat Islam, bagi kami Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tentu kejadian-kejadian yang menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus kita hindari," kata Hilman.

Dia mengapresiasi pemerintah dan kepolisian yang telah menyampaikan penjelasan kepada publik mengenai persoalan yang sedang berkembang.

"Kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, kepolisian yang sudah menyampaikan kepada publik apa yang sedang terjadi. Mudah-mudahan semuanya jelas sehingga kita diberi ketenangan dalam menjalani kehidupan," ujarnya.

Hilman mengatakan, ketenangan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.

Dia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa.

"Anak muda dapat berkreasi tanpa kekhawatiran, menyampaikan suara dan pikiran tanpa ketakutan," kata dia.

Menurut Hilman, organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi pemikiran bagi bangsa. Organisasi masyarakat juga diharapkan dapat membantu menciptakan kehidupan sosial yang damai dan kondusif.

Dia menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan kehidupan bernegara yang memberikan rasa aman serta kesempatan bagi setiap warga untuk berpartisipasi.

Aksi Rakyat Bela Indonesia tersebut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan tokoh nasional. Di antaranya Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah Faisal bin Madhi, Presiden Syarikat Islam Ferry Juliantono, Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin, serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Prof Jimly Asshiddiqie.

Dalam aksi tersebut, Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia KH Bachtiar Nasir menyampaikan lima tuntutan, yakni persatuan rakyat, penegakan hukum, penolakan terhadap dominasi oligarki dan intervensi asing, pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945, serta pelaksanaan putusan MK dan MA.*

 

 


latestnews

View Full Version