

![]() |
|
Nazaret – PIP: Sumber-sumber militer Israel di Komando Wilayah Selatn mengatakan bahwa aksi-aksi pembunuhan akan terus dilanjutkan terhadap semua elemen yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap gencatan dan ketenangan di Jalur Gaza, tanpa menyentuk publik figure untuk menghentikan serangan tembakan. Seperti dikutip radio Israel dari sumber-sumber militer yang mengatakan bahwa militer Israel tidak bisa membiarkan elemen-elemen ekstrim mengembalikan situasi seperti sebelum serangan Israel terakhir ke Jalur Gaza. Sumber-sumber Israel mengisyaratkan bahwa "militer Israel sedang melakukan aksi-aksi spektakuler yang bertujuan menarget orang-orang yang menyulut kekerasan dan mereka terlibat besar dalam serangan-serangan ke militer dan kawasan sipil di Israel atau menyelundupkan senjata dari Jalur Gaza ke Sinai." Sumber-sumber ini mengklaim bahwa meski demikian militer Israel akan memberikan perhatian besar untuk tidak menyentuh publik figure untuk menjaga ketegangan yang ada saat ini, "kecuali orang-orang Palestina terus melancarkan serangan roket dari Jalur Gaza ke kot-kota dan daerah selatan Israel serta mengganggu kehidupan penduduk di sana," lanjutnya. Berita ini berbeda dengan kabar dari Mesir yang menyebutkan adanya rencana Israel membunuh pimpinan Hamas yang juga PM Palestina di Gaza, Ismail Haniyah. Seperti dilansir harian Mesir al Ahram edisi Sabtu (27/8), Kairo saat ini bergerak cepat ketika menerima informasi niat Israel membunuh Haniyah sebagai balasan atas serangan di Ummu Rasy-rasy (Eilat) dan segera menekan penjajah Israel untuk segera meralat rencana jahatnya itu. Sementara itu Menteri Kebudayaan Israel menampik berita bahwa Israel meundur dari rencananya membunuh Haniyah akibat adanya tekanan yang dilakukan oleh pihak Mesir. (asw) |