View Full Version
Rabu, 28 Sep 2011

Konvoi Kemanusiaan “Miles of Smiles” Keenam Segera ke Gaza


Ramallah – PIP: Konvoi Kemanusiaan ‘Miles of Smiles” sedang menyiapkan konvoi keenamnya untuk bertolak ke Jalur Gaza pada awal Oktober mendatang, setelah konvoi kelima sukses masuk Jalur Gaza dalam rangka memberikan senyum baru kepada anak-anak, pasien dan orang-orang cacat di Jalur Gaza.

Saat ini koordinasi sedang dilakukan dengan pihak Mesir untuk mendapatkan berkas-berkas yang dibutuhkan sebelum mengirim konvoi ke Mesir kemudian ke Jalur Gaza, ini selaras dengan orientasi pihak Mesir yang fokus pada konvoi-konvoi medis untuk menyeberang ke Jalur Gaza.

Konvoi ini diperkirakan akan bertolak pada awal Oktober dan tiba di Kairo pada 2 Oktober, kemudian melakukan kunjungan resmi di Kairo ke sejumlah institusi, lembaga dan tokoh di Mesir. Pada 5 Oktober konvoi bergerak ke el Arish untuk kemudian masuk ke Jalur Gaza pada hari yang sama dan para relawan akan tingga di Jalur Gaza sampai 10 Oktober kemudian meninggalkan Gaza menuju Kairo untuk selanjutnya pulang ke negara masing-masing.

Jumlah relawan dalam konvoi ini diperkirakan sebanyak 100 orang, perwakilan dari berbagai lembaga Eropa dan Arab, para tokoh yang ikut mewakili dari Inggris, Prancis, Aljazair, Yordania, Bahrain, Maroko, Tunisia dan Libanon.

Total nilai bantuan sekitar 1,3 juta dolar, berupa obat-obatan dan kursi roda yang dibutuhkan di Jalur Gaza senilai 400 ribu dolar, kendaraan listrik khusus untuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus (paramedical) terdiri dari 300 kursi senilai 600 dolar setiap satu kursinya. Konvoi juga membawa mobil dan bus khusus untuk mengangkut mereka yang memiliki kebutuhan khusus sebanyak 40 mobil, 14 mobil senilai 15 ribu dolar, 26 mobil senilai 25 dolar, ditambah peralatan olah raga dan peralatan pengobatan alami senilai 50 ribu dolar.

Tujuan utama konvoi ini adalah untuk berpartisipasi membantu warga Jalur Gaza yang 80% hidup di bawah garis kemiskinan dan angka pengangguran mencapai 65%, hampir satu juta orang di Jalur Gaza hidup bergantung pada bantuan karena blokade total yang diberlakukan terhadap wilayah tersebut selama 5 tahun berturut-turut. (asw)


latestnews

View Full Version