

![]() |
|
Ramallah-PIP: Brigadir Moti Mor, Kepala Bagian Manajemen Sipil Israel di Tepi Barat menegaskan bahwa komunikasi keamanan dan manajemen sipil masih terus berlanjut antara aparat keamanan Abbas dan sejumlah kementerian otoritas Ramallah, dan tidak terputus sama sekali meski adanya tuntutan pengakuan September. Mor menyatakan, kerjasama keamanan harus berlanjut dan tidak boleh terhenti, karena bermanfaat bagi dua belah pihak, hanya dengan kerjasama ini memungkinkan untuk memukul pejuang perlawanan, terutama Hamas. Menurutnya, hasil dari kerjasama keamanan pada akhir bulan Agustus dan awal September bahwa aparat Abbas mampu mengungkap sayap perlawanan yang berafiliasi kepada Hamas yang hendak merencanakan aksi serangan di internal Israel. Mor menambahkan bahwa kerjasama aparat preventif dan intelijen Abbas dengan Shin Bet Israel berhasil menghancurkan sayap perlawanan Al Qawasimi di Hebron yang berafiliasi ke Hamas, sayap militer ini hendak melakukan operasi militer di sejumlah kota Israel, mereka dapat ditangkap di Hebron saat detik-detik terakhir berkat kerjasama keamanan. Mor menganggap “Tuntutan September” dan perselisihan antara entitas Israel dan otoritas Abbas tidak ada hubungannya dengan kerjasama keamanan dan sipil antara kedua pihak. Sementara itu aparat keamanan Abbas menginterogasi puluhan pemuda, mahasiswa dan para pegawai yang merupakan pendukung Hamas, mereka di tahan di sel-sel ruang tunggu dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore tanpa mengajak bicara apapun, kemudian datang seorang perwira dan menyatakan kepada mereka, “Pergilah kalian dan datang lagi besok,” situasi seperti ini terus berlangsung selama satu sampai dua pekan. Aparat keamanan juga memburu puluhan pemuda yang mangkir hadir untuk interogasi, rumah-rumah mereka diserbu pada pagi, siang, sore dan malam hari, tindakan ini membuat takut para wanita dan anak-anak, namun aparat mengabaikan hal ini. (qm) |