View Full Version
Senin, 31 Oct 2011

90% Air Tanah di Jalur Gaza Tidak Layak Minum


Gaza – PIP: Kepala Otoritas Kualitas Lingkulang, Dr. Yusuf Ibrahim, mengingatkan bahwa sekitar 90% air tanah di Jalur Gaza tidak layak untuk digunakan manusia karena kadar garam yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Ibrahim dalam pertemuan dengan pejabat pekanan yang diselenggarakan biro penerangan pemerintah di kantornya di Gaza. Dia menunjukkan penyesalannya karena selama melakukan kunjungan dan ikut dalam konferensi-konferensi nampak bahwa perhatian negara-negara Eropa terhadap linngkungan jauh lebih besar dibandingkan dengan perhatian negara-negara Arab, di mana Eropa mengalokasi anggaran sangat besar dalam masalah ini.

Ibrahim menjelaskan bahwa Otoritas Kualitas Lingkungan menangani masalah ini melalui proyek pemompaan kembali air hujan dan mungkin direalisasikan dengan mewajibkan setiap rumah dan institusi membuat apa yang disebut “tandon air” di bawah bangunan untuk menympan air hujan dan memompanya ke air tanah disamping pemanfaatan kembali air wudhu dalam aktivitas pertanian daripada memanfaatkan air tanah.

Ibrahim mengatakan, “Kita membutuhkan 20 tahun tidak mengambil air tanah agar bisa digunakan lagi.” Dia menambahkan bahwa masalah lingkungan terdiri dari system lingkungan dan mencakup semua unsur alami. Dan itu tanggung jawab bersama secara kolektif yang harus dijaga dan milik umum yang seorang pun tidak boleh menggunakannya.

Dia menyatakan bahwa tujuan Otoritas Kualitas Lingkungan adalah melindungi sumber daya ini dan menjaganya, serta menghentikan pengurasan sumber daya ini melalui sarana hukum, penyuluhan dan penyadaran. Dia menjelaskan bahwa kebijakan otoritas kualitas lingkungan fokus pada kebijakan perlindungan, pemantauan, pengawasan, penyuluhan dan penyadaran sesuai dengan undang undang lingkungan yang dikeluarkan tahun 1999 yang mencakup 8 item. (asw)


latestnews

View Full Version