

| [ 22/11/2011 - 12:54 ] |
![]() |
|
Nazaret – PIP: Koresponden militer Zionis, Amir Rapaport, mengklaim bahwa mobilitas keamanan yang terjadi di kawasan ini dapat menemukan ekspresinya secara langsung dalam menghadapi perang di Jalur Gaza. Karena operasi militer ke Jalur Gaza dinilai sebagai kesempatan yang paling masuk akal. Oleh sebab itu dia meminta harus ada tannggapan secara serius dengan ancaman yang dilontarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Benny Gantz, dengan melaksanakan operasi darat di sana. "Rappaport" menjelaskan ancaman Benny Gants, meskipun dia menyakini itu hanya simbolis, bahwa ancaman itu mengandung penegasan bahwa itu akan terjadi cepat atau lambat. Dia menyangsikan bila operasi militer kali ini mirip dengan operasi "Cast Lead" pada akhir tahun 2008 lalu. Dia mempertanyakin tentang kemungkinan bahwa tujuan yang sebenarnya adalah untuk menggulingkan kekuasaan Hamas di Gaza. Sementara itu, pakar Zionis untuk urusan Arab, Avi Asscharov, mengingatkan bahwa pernyataan Gants mengisyaratkan bahwa putaran eskalasi terakhir akan mengarah kepada serangan besar di Jalur Gaza. Namun dia menegaskan bahwa Tel Aviv belum mengambil keputusan di di Gaza, karena operasi militer bukanlah masalah yang bisa dianggap remen. Dia menyatakan bahwa bisa jadi militer Israel memiliki rencana lebih pendek dari agresi Israel "Cast Lead" akhir tahun 2008. Namun tidak seorang pun menjamin bahwa hasil akhir dari operasi ini tidak tidak memasukinya dengan pasukan darat secara massif, terutama jika roket-roket Palestina jatuh di Tel Aviv, demikian seperti dikutip majalah militer Israel Bemhanih, 20/11/2011. (asw) |