View Full Version
Senin, 01 Feb 2016

Akan Banyak Korban Tewas jika Kereta Cepat Beroperasi?

JAKARTA (voa-islam.com)- Pembangunan kereta cepat dianggap tidak memperhatikan keselamatan manusia. Pemerintah hanya sibuk memikirkan proyek yang jelas banyak pengamat katakan belum cukup darurat untuk diterapkan.

Begini analisa Haris Rulsy dari Petisi 28 yang didapat tim voa-islam.com melalui aplikasi pesan singkat.

"….Dilihat dari berbagai pertimbangan yang telah disampaikan oleh institusi resmi negara di atas, baik BMKG maupun Departemen Perhubungan, maka dapat dikatakan projek kereta cepat yang telah di-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, sama sekali tidak mempertimbangkan aspek keselamatan penumpang. Presiden Joko Widodo hanya mengejar ambisi nya untuk membangun infrastrktur dan mendorong investasi asing dengan mengorbankan aspek keselamatan penumpang khususnya dan keselamatan bangsa dan negara umumnya.

Bayangkan, jika kelak kereta cepat Jakarta Bandung tersebut jadi beroperasi, maka berapa ratus nyawa manusia yang jatuh korban, bila terjadi bencana longsor atau gempa.

Untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo bertindak bagaikan orang sedang "kesurupan" dan "kerasukan" "setan" dalam memimpin negara dan membuat sebuah kebijakan, bertindak secara sembrono tanpa pertimbangan yang matang dalam membuat sebuah kebijakan.

Jika projek kereta cepat Jakarta Bandung tersebut tetap dipaksakan untuk dijalankan oleh Presiden Joko, maka seluruh institusi atau pejabat terkait yang berani mengeluarkan izin untuk projek tersebut akan bernasib seperti Udar Pristono, yang kini telah diputus lima tahun masuk penjara.

Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah berani mengeluarkan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mengizinkan jalan projek tersebut dapat dituntut pidana karena menurutu hasrat sang Presiden yang sedang "kesurupan" dan "kerasukan" inrastruktur, utang luar negeri dan investasi asing.

Tentu kita pasti akan mendukung setiap  program yang baik untuk kemasalahatan bangsa dan negara, terutama program pembangunan infrastruktur. Tapi, jangan paksakan kita untuk mendukung seorang Presiden dan membenarkan programnya yang tak masuk akal dan akal-akalan semata diduga untuk tujuan memburu uang cepat dalam bentuk rente.” (RobigustaS/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version