View Full Version
Kamis, 21 Jul 2016

Soal Reklamasi Ada yang Bermain, DPR: Jangan-jangan Ini Para Taipan, Penguasa dan Pengusaha

JAKARTA (voa-islam.com)- Daeng Muhammadi, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN melihat proyek reklamasi yang dilakukan oleh Pemprov terkesan ada paksaan dan dipaksakan. Ia pun mencurigai proyek ini bukan untuk rakyat, melainkan untuk kepentingan yang lain.

"Ada apa dengan agenda Teluk Jakarta ini? Kok terkesan dipaksakan? Ini benar untuk kepentingan rakyat atau memang untuk kepentingan kelompok?" tanyanya, Selasa (19/07/2016), di Jakarta.

Dalam negara demokrasi, Daeng menyesali bila memang adanya hal yang dipaksakan. Apalagi jika telah rampung bangunan-bangunan itu, Daeng mengatakan yang menikmati bukan kalangan rakyat jelata, melainkan rakyat lain atau bahkan orang Asing.

"Tentu karena mahalnya nanti harga-harga yang ditawari. Tidak mungkin tujuannya ini untuk rakyat. Jangan-jangan ini yang bermain para Taipan. Ini mesti menjadi catatan kita bersama," katanya.

KPK dihimbaunya untuk melihat kasus ini jangan seperti tidak mau mengurus. Kasus ini jelas sekali adalah kasus yang cukup besar. Persis seperti apa yang pernah diucapkan oleh KPK.

"KPK itu coba jangan main yang cere-cere. Kan itu grand design," sambungnya. Ia mengaku, ada yang dirasa tidak beres dengan perilaku KPK. Di antaranya juga ada pemilahan-pemilahan kasus di dalam sana.

"Kemarin saya juga bicara bahwa ada yang inkonsisten di dalam KPK dengan melakukan pemilahan kasus-kasus. Kalau memang penagak hukum kita untuk semua orang, seharusnya ya berikan hak yang sama," ujarnya.

Jika tidak ia juga menduga jangan-jangan ada penguasa dan pengusaha yang "bermain". Jangan-janag ada gandeng tangan di sana: ada kartel, penguasa, pengusaha. Sebab semua dilawan. Siapa mereka itu? Menteri saja nampak dilawan olehnya," tutupnya sesal. (Robi/voa-islam.com)

 


latestnews

View Full Version