View Full Version
Selasa, 15 Jun 2010

Agen Mossad Ditangkap di Polandia Atas Permintaan Jerman

Kejaksaan Federal Jerman, Sabtu (06/12), mengumumkan bahwa seorang agen dinas intelijen Zionis "Mossad" ditangkap di Polandia atas permintaan Jerman, karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan pemimpin Gerakan Hamas Mahmud Mabhuh di Dubai, yang dikuatkan oleh informasi yang dipublikasikan majalah "Der Spiegel" Jerman.

 
Juru bicara kejaksaan federal Jerman mengatakan, “Seorang (agen Mossad) ditangkap di Warsawa, dia dicuriga terlibat dalam pemalsuan paspor (Jerman) dengan mendapatkannya secara illegal." Dia menyatakan bahwa operasi penangkapan itu dilakukan setelah Jerman mengeluarkan perintah penangkapan terhadap agen tersebut.
 
Menurut majalah Jerman "Der Spiegel", agen Zionis yang dikenal dengan nama Brodsky Yuri ditangkap awal bulan ini saat kedatangannya di bandara di Warsawa. Dia diduga berpartisipasi dalam pembentukan tim pembunuhan Mahmud Mabhuh di Dubai pada 19 Januari lalu.
Polisi Dubai telah menyatakan entitas Zionis bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan menerbitkan daftar 26 orang yang membawa paspor palsu (12 dari Inggris, 6 dari Irlandia, 4 dari Prancis, 3 dari Australia, 1 dari Jerman).
 
Sejak beberapa bulan lalu pengadilan Jerman melakukan penyelidikan asal paspor Jerman yang asli yang dipakai dengan identitas palsu dan digunakan untuk melaksanakan pembunuhan tersebut.
 
Menurut majalah "Der Spiegel", paspor diserahkan pada tanggal 18 Juni 2009 di Cologne (barat) kepada seorang pria yang mengatakan namanya adalah Michael Bodenheimer disajikan paspor yang mengajukan paspor Zionis yang dikeluarkan akhir tahun 2008. Dia bisa mendapatkan paspor Jerman karena tinggal di Cologne dan dia menyerahkan surat nikah kedua orang tuanya yang "mengalami pembantaian di tangan Nazi".
Penangkapan agen Mossad ini telah menimbulkan masalah diplomatic. Karena kedutaan Zionis melakukan intervensi di Warsawa setelah penangkapan Brodsky dan meminta pemerintah Polandia tidak menyerahkannya ke Jerman.(infopalestina)

latestnews

View Full Version