View Full Version
Rabu, 25 Aug 2010

Anggota Partai di Austria Halangi Pembangunan Masjid

Statemen miring anggota partai sayap kanan Austria mengenai pembangunan masjid di negara ini memicu kritikan keras umat Islam di negara ini.
Wakil muslim di salah satu Dewan Kota Austria, Omar al-Rawi mengecam statemen bernada anti Islam itu, seraya mengatakan, statemen ini menghina umat Islam, untuk itu kedua partai harus meminta maaf.

Saat menjawab pertanyaan mengapa kedua partai ekstrim ini senantiasa menyudutkan umat Islam, Omar menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki tujuan lain kecuali mempropagandakan diskriminasi dan kebencian terhadap Islam dan kaum muslim. Dua partai sayap kanan ekstrim Austria menyebut masjid sebagai tempat tumbuhnya Islam radikal, dan mendesak larangan migrasi muslim ke negara ini.

Kini, lebih dari 500 ribu muslim berada di Austria, dan negara-negara Eropa menjadi tempat yang tidak aman dari serangan Islamophobia, terutama dari kelompok sayap kanan ekstrim.

Islamophobia di Eropa muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari penerbitan buku anti Islam, karikatur penghinaan, pembuatan film yang menyudutkan Islam hingga pembatasan aktivitas muslim, seperti larangan hijab bagi para pelajar di sekolah Perancis. Bahkan baru-baru ini diberlakukan larangan penggunaan burqa di Eropa yang semakin mempersulit kehidupan muslim di Eropa.

Menghalangi pembangunan masjid baru dan menutup masjid dengan alasan mencegah penyebaran aktivitas kelompok radikal termasuk gelombang baru anti Islam yang melanda Eropa. Tidak bisa ditutup-tutupi, negara-negara di Eropa sangat mengkhawatirkan perkembangan Islam di negaranya masing-masing.

Data statistik terbaru menunjukan tingginya tingkat kecenderungan terhadap Islam di Eropa, meski eskalasi propaganda anti Islam dan pembatasan bagi muslim di Eropa kian meningkat tajam. sejak tahun 2001 hingga kini, Populasi muslim di Austria meningkat 170 ribu orang hingga melebihi 500 ribu orang.

Partai sayap kanan ekstrim di Eropa mengemban tugas mengarahkan arus Islamophobia di Eropa. Salah satu politisi sayap kanan Perancis, sejak tahun 2007 menulis buku berjudul Masalah baru Judaisme. Dalam bukunya ia mengusulkan persatuan kubu nasional Eropa dengan Yahudi. Kelompok ekstrim di Eropa dan lobi Zionis hari ini mencapai sebuah persatuan yang bersejarah.

Kelompok tersebut menilai Islam tidak sesuai bagi kehidupan di Eropa. Sejatinya, pemikiran seperti ini sebagai ancaman paling besar bagi kehidupan Eropa sendiri. Jalan yang ditempuh kelompok esktrim Eropa saat ini merupakan napak tilas jalan para arsitek perang Salib, dan kini menggembar-gemborkan pemikiran perang agama dan peradaban di Eropa. (irib)


latestnews

View Full Version