View Full Version
Jum'at, 14 Dec 2012

Sampai Kapan Ruhut Menjilat SBY?

Jumat, 14 Desember 2012 | 09:53:06 WIB

Jakarta (SI ONLINE) - Bukan Ruhut namanya kalau setiap berbicara tidak menjilat SBY. Baik untuk memuji maupun berlindung diri. Bahkan dalam beberapa kasus malah nampak lebay. Ruhut adalah orang yang menyebut nama Ani Yudhoyono untuk maju sebagai capres 2014, meskipun SBY sendiri telah mengatakan keluarganya tidak akan maju dalam pilpres mendatang.

Termasuk sekarang kita ia dipecat oleh pengurus teras DPP Partai Demokrat. Lagi-lagi Ruhut berlindung di ketiak SBY. Bekas politisi Golkar itu yakin Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan memecatnya.

"Ditolak sama bapak, itu intinya," kata Ruhut, Jumat (14/12/2012) seperti dikutip Antaranews. Meski telah dipecat, Ruhut mengaku tidak akan pindah dari Partai Demokrat.

Di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Ruhut malah mengatakan hanya SBY yang bisa memecatnya. “Hanya Bapak SBY, Pemimpin kami, yang bisa pecat saya. Tidak ada yang bisa pecat saya”, kata Ruhut, Jumat (14/12/2012).

Di televisi, ia tampil tidak seperti orang yang tampak baru dipecat, Ruhut dengan enteng dan terbahak-bahak meremehkan orang-orang yang ada diseputar pemecatan dirinya, antara lain Gede Pasek dan Saan Mustofa.

“Waktu Anas diperiksa KPK, dia (Gede Pasek) itu tidak tampak sebagai Ketua Fraksi Komisi III DPR RI, malah sebagai cleaning service (di KPK). Hahaha….”, demikian Ruhut mengomentari Gede Pasek yang menggantikan posisi Ruhut di Departemen Informasi dan Komunikasi.

Ia menjelaskan bahwa wacana pemecatan dirinya berawal dari pernyataan politikus Partai Demokrat I Gede Pasek di salah satu acara televisi swasta.

"Sebenarnya waktu hari Selasa pak I Gede Pasek merasa terpojok di televisi, lalu mengatakan kalau Ruhut kan sudah tidak di DPP. Biarin saja, sampai sekarang aku masih juru bicara kok," katanya.

Ia menuding I Gede Pasek merupakan "pasukan sirkus" yang berupaya mengamankan posisi Ketua Umum Anas Urbaningrum dari kasus korupsi.

"Pak I Gede Pasek kan emang pasukan sirkusnya bos, dari anggota Komisi dua jadi Ketua Komisi tiga, dalam rangka untuk mengamankan. Mungkin karena dilihat ini Andi kena, mungkin dia punya badut-badut merasa kalau Anas kena bisa habis semua dicuci gudang sama Ruhut, jadi biarin saja," ujarnya.

Ia mengatakan wacana pemecatan dirinya sudah berlangsung sejak setahun lalu. Sejauh ini, ia belum menerima surat keputusan pemecatan dirinya dari DPP Partai Demokrat. Selain itu, menurut dia DPP tidak bisa seenaknya mengeluarkan dirinya tanpa meminta persetujuan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Partai Demokrat sendiri kini seperti kapal yang karam. Isu korupsi terus menerpa. Terakhir, mantan Sekretaris Dewan Pembina PD, Andi Malarangeng, telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang. Sebelumnya, mantan bendahara dan wasekjen, Nazarudin dan Angelina Sondakh sudah mendahului masuk tahanan.

Sementara kekuasaan SBY sendiri bakal berakhir pada 2014. Ia sudah tidak boleh mencalonkan lagi. Dalam berbagai kesempatan, SBY juga tidak setuju bila keluarganya mencalonkann sebagai capres. Jadi, kira-kira sampai kapan Ruhut menjilat SBY?

red: shodiq ramadhan/dari berbagai sumber


latestnews

View Full Version