View Full Version
Ahad, 21 Mar 2010

Kuburan Dipakai untuk Kemusrikan, Al Shabaab Bertindak Gali Makam

MOGADISHU (voa-islam.com): Mujahidin Al Shabaab yang sedang memerangi pemerintah Somalia baru-baru ini kembali menggali jenazah seorang sheikh terkenal dari kuburannya di kota Basra yang berada di daerah tengah Shabelle, Somalia selatan, kata saksi mata hari Sabtu.

Penduduk setempat mengatakan, kuburan sheikh tersebut adalah milik sheikh Hassan Moallin. Kuburan ini digali oleh Al Shabaab karena sudah lama digunakan sebagai sarana kemusrikan. Ribuan orang datang tiap tahun untuk melakukan ritual doa di dekat kuburan sheikh tersebut. Kelompok yang kerap melakukan ritual musrik tersebut adalah kelompok yang bernama Ahlu Sunna Waljama'ah.

Al Shabaab sudah kerap menghancurkan kuburan-kuburan di kota-kota di Somalia selatan sejak mereka menguasai daerah tersebut tahun 2008. Alasan Al Shabaab karena kuburan itu digunakan untuk ritual yang tidak Islami.

Kelompok Ahlu Sunna Waljama'ah sendiri adalah sebuah sekte Sufi yang sering melakukan ritual doa dan penghormatan di tempat kuburan sheikh-sheikh yang terkenal di Somalia. Namun hingga kini belum ada komentar apapun dari pihak sekte Sufi perihal penghancuran dan pemindahan makam oleh Al Shabaab.

Namun di beberapa tempat lain, kelompok Ahlu Sunna Waljama'ah ini mengangkat senjata melawan mujahidin Al Shabaab. Pada tahun 2009 mereka mulai berani melawan Al Shabaab untuk menghalangi penghancuran makam-makam sheikh terkenal, tapi jumlah dan kekuatan mereka masih jauh di bawah Al Shabaab. Oleh sebab itu, beberapa hari yang lalu kelompok Sufi ini bekerja sama dengan pemerintah menggalang kekuatan untuk melawan Al Shabaab. Kelompok Sufi ini tidak sadar bahwa hakikatnya mereka sedang dijadikan alat oleh pemerintah, dengan sekedar dipersenjatai agar mau melawan mujahidin Al Shabaab.

[mareeg]


latestnews

View Full Version