View Full Version
Sabtu, 06 Jul 2013

Khayrat al-Satr dan Hazem Abu Ismail Ditangkap

Cairo (voa-islam.com) Wakil Mursyid 'Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin Dr.Khayrat al-Satr dan tokoh Salafi yang menjadi calon presiden Hazem Salah Abu Ismail ditangkap polisi, Jum'at, 6/7/2013.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mesir, mengatakan, Khayrat al-Shater, sebagai tokoh yang paling berpengaruh dikalangan gerakan Islam di Mesir, dan memiliki hubungan yang sangat dekat  dengan  Presiden Mohammad Mursi, ditangkap dari sebuah apartemen di Kairo timur.

Al-Shatr yang pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden, dan mendapatkan persetujuan dari IKhwan, dibatalkan oleh KPU Mesir dengan alasan tidak jelas. Al-Satr pernah berulangkali dipenjara  oleh rezim Mubarak, lebih dari 10 tahun.

"Khairat al-Shater dan saudaranya telah ditangkap atas permintaan jaksa," kata seorang jenderal polisi yang tidak mau disebut namanya. "Mereka pergi dengan tenang."

Sementara itu, pasukan keamanan Mesir menangkap pemimpin Islam lainnya, Abu Ismail, dan membawanya ke penjara, menurut laporan pada hari Jumat.

Sebelumnya, Mufti  al-Azhar,  menyerukan pembebasan seluruh tokoh-tokoh Ikhwan yang sekarang ini ditahan oleh aparat keamanan. Tindakan penahanan yang dilakukan oleh aparat keamanan itu, tidak memiliki alasan yang kuat, ungkap Mufti al-Azhar.

Pihak berwenang Mesir menangkap Rabu pejabat Ikhwanul atas dekat dengan Presiden terguling Mohammed Mursi.

Jaksa mengatakan Saad al-Katatni, Pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan - yang merupakanvsimbol politik Ikhwanul - masih dalam tahanan. Namun, hal itu tidak membahas penangkapan Rashad Bayoumi, yang menjadi wakil pemipin Jamaah Ikhwan.

Militer Mesir yang menggulingkan Presiden Mohammad Mursi mengumumkan Kepala Mahkamah Konstitusi, yang menjabat presiden ad interim, mengatakan bahwa konstitusi Islam yang disyahkan melalui referendum itu, ditangguhkan dan akan diselenggarakan pemilihan presiden dan parlemen lebih awal, serta kabinet teknokrat akan ditunjuk untuk menjalankan negara selama periode transisi. af/hh


latestnews

View Full Version