View Full Version
Senin, 12 Oct 2015

Kekejaman Zionis Yahudi 'Paksa' Lebih Banyak Muslimah Palestina Turun ke Jalan Lakukan Perlawanan

TEPI BARAT, PALESTINA (voa-islam.com) - Kebiadaban bangsa Zionis Yahudi mulai dari pasukan keamanan hingga pemukim ilegalnya membuat warga Palestina tidak tinggal diam untuk melakukan perlawanan dengan dengan berbagai cara mulai dari penggunaan senjata api serta roket, sajam bahkan walau hanya dengan batu.

Para warga Palestina didominasi kaum muda bahu membahu melakukan perlawanan terhadap Zionis mulai dari anak-anak, remaja, pemuda bahkan kini para pemudinya.

Saat ini lebih dan lebih banyak lagi Muslimah muda Palestina yang berpartisipasi dalam protes terhadap rezim Israel ketika ketegangan terus melonjak di wilayah-wilayah pendudukan menyusul gelombang kekejaman mematikan terhadap warga Palestina selama beberapa hari terakhir.

Meskipun menghadapi peluru karet, gas air mata, granat dan bahkan peluru tajam tentara Zionis Israel, para wanita muda Palestina menyingkirkan rasa takut mereka terhadap penahanan dan penyiksaan untuk bergabung di garis depan bersama dengan para pemuda dan menantang kehadiran para para penyusup.

Hal ini bukannya tanpa resiko, mereka juga menderita korban dalam upaya mereka untuk membebaskan tanah mereka dari para penjajah. Seorang wanita muda yang tengah hamil meninggal bersama dengan putrinya berusia tiga tahun dalam agresi udara Israel di Jalur Gaza yang terkepung, Sabtu sementara seorang pria Zionis Yahudi menembak dan melukai secara parah seorang wanita Palestina di Al-Quds pada hari Rabu.

"Kami berjumlah setengah dari masyarakat. Kami juga memiliki hak untuk membela negara kami," kata seorang mahasiswi Palestina, mengenakan keffiyeh tradisional, selama aksi saling berhadapan dengan militer Zionis Israel di sebuah pos pemeriksaan di luar kota Ramallah, Tepi Barat, AFP melaporkan.

Wanita muda lain mengatakan bahwa "Jika semua orang takut, tidak akan ada yang mengorbankan diri untuk bangsa."

Penangkapan dan penahanan adalah ancaman nyata bagi para perempuan muda di Palestina. Menurut Komunitas Tahanan Palestina (PPS), rezim Tel Aviv memegang 25 wanita Palestina sebagai tawanan, 15 dari mereka dibawa ke penjara pada bulan September.

Tanpa rasa takut bagaimana mereka akan diperlakukan di pusat-pusat penahanan Israel, para wanita muda itu mengatakan mereka ingin mengakhiri pendudukan Israel serta "pelecehan" oleh pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang dijajah.

"Ini seharusnya terserah kepada orang-orang untuk memutuskan, dan saya tidak percaya negosiasi," kata seorang mahasiswa akuntansi berusia 18 tahun, mengacu pada beberapa dekade perundingan perdamaian sia-sia dengan Zionis Israel.

"Intifada terus berlanjut," kata mahasiswi tahun pertama fakultas sastra tersebut. (st/ptv)


latestnews

View Full Version