View Full Version
Sabtu, 14 Oct 2017

Pasukan Keamanan India Klaim Bunuh Komandan Jaish-e-Mohammed di Kashmir

KASHMIR, INDIA (voa-islam.com) - Pasukan keamanan India membunuh seorang komandan operasional utama Jaish-e-Mohammed "awal pekan ini di Jammu dan Kashmir, The Long War Journal melaporkan hari Jum'at (13/10/2017).

Komandan tersebut, yang memiliki nama alias Abu "Khalid," atau Shahid Showkat, sangat dicari oleh pasukan keamanan India karena perannya dalam mendalangi serangan yang menargetkan posisi dan personil militer India.

Laporan pers India merinci bahwa Khalid terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan sebelum dia terjebak di sebuah rumah dan akhirnya dibunuh oleh polisi Jammu dan Kashmir di dekat distrik Sapore.

Laporan kemudian menyatakam bahwa mantan istri Khalid memberi informasi kepada polisi tentang rencana serangan dan keberadaan potensialnya, yang akhirnya menyebabkan pembunuhannya.

Operasi Khalid "Fidayeen" Info yang diberikan oleh mantan istri Khalid juga menyatakan bahwa dia "memimpin sekelompok terdiri 3-4 JeM [Jaish-e-Mohammed] fidayeen dan diduga menjalankan misi untuk melakukan serangan jibaku 'spektakuler' di sebuah instalasi keamanan di Kashmir, "The Times of India melaporkan.

"Fidayeen" adalah istilah yang diberikan kepada pejuang yang rela bertempur dan mengorbankan diri dalam peperangan.

JeM yang didukung Pakistan dan yang terkait dengan Taliban telah bertanggung jawab atas jenis serangan jibaku di masa lalu.

Dua dari serangan jibaku profil tinggi yang terkait dengan JeM selama dua tahun terakhir mencakup serangan terhadap Pangkalan Angkatan Udara Pathankot pada Januari 2016 dan sebuah operasi terhadap sebuah kamp militer di kota Uri, di dekat Garis Kontrol yang membagi negara bagian Jammu yang diduduki India dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Khalid tidak terkait dengan dua operasi ini.

Menurut pejabat keamanan India, Khalid sangat efektif dalam mengatur serangan fidayeen mematikan lainnya di seluruh wilayah Jammu dan Kashmir.

Selama dua tahun terakhir, pasukan keamanan India menghubungkan Khalid untuk menyerang instalasi keamanan di Srinagar, Pulwama (delapan personil militer India tewas dalam serangan itu), dan Baramulla, antara lain.

Pejabat India juga mengklaim bahwa Khalid aktif menggunakan internet dan cara lain untuk merekrut Muslim untuk melakukan jihad melawan India. (st/tlwj) 


latestnews

View Full Version