View Full Version
Kamis, 16 Jan 2020

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Turki secara resmi mengomentari laporan media bahwa Turki telah memberikan kewarganegaraan kepada personel "Tentara Nasional Suriah", sebagai imbalan atas kesepakatan mereka untuk berperang di Libya.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoglu membantah laporan itu, mengatakan bahwa mereka "sama sekali tidak benar", menurut Anatolia Agency Turki.

Surat kabar Inggris, "The Guardian", mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan sebelumnya pada hari Rabu, bahwa "sekitar 2.000 pria bersenjata dari Tentara Nasional Suriah baru-baru ini memasuki wilayah mereka untuk dipindahkan kemudian ke Libya untuk berperang di jajaran Pemerintah Kesepakatan Nasional.

Surat kabar itu menunjukkan bahwa setidaknya 650 pejuang Suriah tiba di Libya untuk bertempur di garis depan dalam pertempuran untuk ibukota Tripoli, antara pasukan pemerintah Al-Wefaq di satu sisi dan pemberontak dari Tentara Nasional Libya gadungan (LNA) pimpinan Khalifa Haftar di sisi lain.

Laporan itu menambahkan, "Pada 5 Januari, 1.350 pejuang lainnya tiba di Turki dari Suriah, beberapa di antaranya dikerahkan ke Libya, sementara yang lain masih menerima pelatihan di kamp-kamp Turki selatan."

Turki sebelumnya telah mengkonfirmasi secara resmi mengirim sejumlah personel militer ke Libya, dalam kerangka Nota Kesepahaman tentang penguatan kerja sama keamanan militer dengan pemerintah Al-Wefaq, mencatat bahwa kelompok ini bekerja untuk melatih pasukan lokal, tetapi telah membantah, dalam detail, keaslian laporan tentang transfer militan Suriah ke wilayah Libya. (AMN)


latestnews

View Full Version