View Full Version
Kamis, 25 Feb 2021

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Regu pembunuh yang membunuh dan memutilasi pembangkang Saudi yang juga merupakan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi terbang ke Istanbul dengan jet pribadi milik perusahaan yang sebelumnya disita oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), kata CNN dalam sebuah laporan Rabu (24/2/2021) malam, mengutip dokumen resmi.

Menurut CNN, dokumen tersebut diberi label "Sangat Rahasia" dan ditandatangani oleh seorang menteri Saudi.

Outlet berita itu juga mengatakan bahwa kepemilikan pesawat pribadi itu sebelumnya telah dialihkan ke Dana Investasi Publik Arab Saudi, yang merupakan dana kekayaan kedaulatan Kerajaan.

Fakta bahwa pesawat tersebut dimiliki oleh perusahaan di bawah kendali putra mahkota "memberikan hubungan lain antara kematian Khashoggi dan MBS," kata CNN.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) sebelumnya juga menyimpulkan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Arab Saudi juga telah mempekerjakan layanan dari setidaknya 16 perusahaan pelobi untuk membantu memulihkan reputasi dan pengaruhnya setelah para pejabatnya membunuh kolumnis Washington Post itu.

Khashoggi, orang dalam keluarga kerajaan yang berubah menjadi kritikus, dibunuh dan dipotong-potong di konsulat kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018 dalam kasus yang menodai reputasi penguasa de facto, MBS.

Seorang pengkritik MBS, Khashoggi yang berusia 59 tahun dicekik dan tubuhnya dipotong-potong oleh regu pembunuh Saudi yang terdiri dari 15 orang di dalam konsulat, menurut pejabat Turki. Jenazahnya hingga kini belum ditemukan.

Pada 28 September 2018, ketika Khashoggi datang ke Konsulat Saudi untuk meminta dokumen menikahi calon istrinya Hatice Cengiz, Ahmed Abdullah al-Muzaini, yang bekerja sebagai kepala stasiun intelijen Arab Saudi di konsulat kerajaan di Istanbul, memberi tahu Riyadh dengan kode darurat bahwa Khashoggi telah tiba di konsulat. Kembalinya Khashoggi ke konsulat pada 2 Oktober juga dilaporkan ke Riyadh. Dia dibunuh pada hari yang sama.

Pejabat Saudi awalnya membantah peran apa pun dalam kematiannya, dan mereka kemudian berusaha menyalahkan apa yang mereka katakan sebagai operasi rendisi yang gagal. (TDS)


latestnews

View Full Version