View Full Version
Kamis, 06 Aug 2009

Mars Klub Sepak Bola Schalke Menyinggung Umat Islam

Lagu kebangsaan klub sepakbola Bundesliga Jerman, Schalke 04, menuai protes dari umat Islam. Pasalnya,  lagu yang biasa dinyanyikan fans saat klub itu bermain, menyinggung Nabi Muhammad Saw.

Schalke 04 menerima ratusan komplain dari warga Muslim Jerman, beberapa dari mereka juga fans Schalke sendiri, terkait lagu kebangsaan klubnya yang mengandung lirik:

Mohammed war ein Prophet, der vom Fussballspielen nichts versteht. Doch aus all der schoenen Farbenpracht hat er sich das Blau und Weisse ausgedacht.

(Muhammad was a prophet who understood nothing about football. But of all the lovely colours he chose blue and white". Muhammad adalah seorang Nabi yang tidak tahu apa-apa tentang sepak bola, namun dari semua warna ia memilih biru dan putih).

Biru putih adalah warna seragam tim Schalke.

Situs BBC News memberitakan, Lagu berjudul “White and Blue, How I Love You” itu telah ada sejak puluhan tahun lalu, namun baru belakangan ini menjadi pusat perhatian media Turki yang menyebutnya sebagai “penghinaan terhadap Nabi Muhammad”. Manajemen klub Schalke yang berbasis di kota Gelsenkirchen, sebelah barat Jerman, mengatakan akan meminta para pakar Islam untuk memeriksa syair lagu tersebut apakah isi lagunya melecehkan Islam. Pihak kelopisian Gelsenkirchen mengatakan siap menangani kasus ini dengan serius.

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Pusat Jerman, Aiman Mazyek, mengatakan pihaknya tidak akan buru-buru meminta pelarangan lagu itu, namun akan lebih dulu meminta penjelasan tentang latar belakangnya.

Menurut situs Deutsche Welle, lagu tersebut diciptakan tahun 1924 dan tidak jelas apakah lagu itu merujuk pada Nabi Muhammad ketika ditulis.

Kaum Muslim kini menuntut lirik tersebut dibuang dari badan lagu yang selalu dinyanyikan oleh fans Schalke sebelum pertandingan. Seorang juru bicara klub mengatakan, mereka telah menerima sekitar 300 email keluhan. “Kami menanggapi situasi ini dengan sangat serius dan saat ini kami sedang menjalin kontak dengan pihak kepolisian dan institusi perlindungan negara,” katanya.

Burhan Kesici, Sekretaris Jenderal Dewan Islam di Jerman, menghimbau warga Muslim menahan diri untuk tidak melakukan aksi-aksi protes terlebih dahulu, namun juga mendesak Schalke untuk mengambil tindakan. “Menggunakan nama Nabi dalam lirik lagu klub adalah hal yang salah. Saya harap, atas penghormatan terhadap kaum Muslim di negara ini, lirik yang mengandung nama Nabi tidak dinyanyikan,” ujar Kesici.

Ketua Dewan Kehormatan Schalke, pendeta Protestan Joachim Holm, tidak menganggap enteng masalah ini. Namun, ia juga mengingatkan, menghapus begitu saja lirik kontroversial itu dapat memicu kemarahan fans Schalke.

Tidak jelas mengapa lagu ini menyebut-nyebut tentang Nabi Muhammad, mengingat sisa liriknya hanya fokus pada keindahan warna biru putih tim.

Seorang pakar lagu rakyat Jerman, Barbara Boock, mengatakan bahwa nama Nabi Muhammad pernah muncul di mars-mars klub di tahun 1920-an, ia membuktikannya dengan menunjukkan bukti lirik aslinya yang menurutnya  menyebutkan pujian pada warna hijau, namun pada tahun 1987 lirik lagu tersebut berubah.

kepada Deutsche Welle, Boock mengatakan lirik aslinya berdasarkan melodi sebuah lagu dari tahun 1797 yang berbunyi: “Muhammad adalah pelindungku! Ia mengetahui keindahan yang sejati. Ia, yang hanya untuknya hijau menjadi warna yang paling suci dari semua warna.”

“Lagu ini usianya sangat tua. Kedua pihak harus duduk bersama dan membicarakan masalah ini,” ujar mantan manajer Schalke, Rudi Assauer.

Schalke  pernah memenangi Piala Jerman dua kali berturut-turut tahun 2001 dan 2002. Mereka juga menempati peringkat dua di Bundesliga tahun 2001, 2005, dan 2007.

Sepakbola adalah “agama” bagi sebagian besar fans Schalke 04, bahkan mendiang Paus John Paul II menjadi anggota kehormatan klub ini. Beberapa konotasi relijius pun akrab di telinga fans Schalke. Pemain sayap kanan legendaris klub itu, Ruediger Ambramczik, dijuluki “God of the crosses”. (aa/dbs)

gambar : www.bbc.uk


latestnews

View Full Version