View Full Version
Kamis, 07 Apr 2011

Pemberontak Libya Kecam NATO

LIBYA (voa-islam.com) - Kepala pasukan pemberontak Libya telah mengecam NATO karena gagal melancarkan serangan udara segera di Misrata bagian barat, dengan mengatakan penundaan tersebut menyebabkan kematian warga sipil.

Abdel Fattah Younes mengatakan NATO bergerak sangat lambat, membuat pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi untuk meningkatkan serangan. Ia mengatakan ia mungkin akan mendesak para pemimpin pemberontak untuk menyampaikan keluhan-keluhan kelompok oposisi kepada Dewan Keamanan PBB, yang mengijinkan pasukan di Libya untuk menghentikan pasukan pemerintah melukai warga sipil.

Para pejabat NATO mengatakan kekuatan udara di atas Libya tidak berkurang, tetapi Kadhafi telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan menyembunyikan persenjataannya di wilayah-wilayah padat penduduk.

Kepala Operasi Sekutu – Brigadir Jendral Mark Van Uhm mengatakan di Misrata, pihak sekutu telah “benar-benar mengkonfirmasikan” bahwa tank-tank telah disebar dan manusia digunakan sebagai perisai “untuk mencegah pasukan NATO mengidentifikasi dan mentargetkan aset-aset tersebut”.

..Para pemimpin pemberontak menyangkal klaim Van Uhm bahwa warga sipil berada di seluruh wilayah dimana pasukan pro-Khadafi ditempatkan..

Para pemimpin pemberontak menyangkal klaim Van Uhm bahwa warga sipil berada di seluruh wilayah dimana pasukan pro-Kadhafi ditempatkan.

Juru bicara NATO Oana Lungescu hari Selasa mengatakan “kecepatan operasi sejak NATO mengambil alih belum berubah”. Pasukan sekutu melaporkan serangan udara koalisi telah menghancurkan 30 persen kekuatan militer Libya sementara memberlakukan zona larangan terbang yang diijinkan PBB dengan maksud melindungi warga sipil.

Tuduhan-tuduhan para pemberontak tersebut muncul selagi pasukan yang setia kepada Gaddafi memukul mundur mereka beberapa hari ini sewaktu perang di dekat kota minyak Brega di bagian timur.

Kedua pihak saling menembak hari Selasa, sehari setelah para pemberontak mengambil alih bagian kota yang ditinggali penduduk. (up/voa)


latestnews

View Full Version