Suriah menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersatu dalam menghadapi niat Tel Aviv untuk 'membersihkan' warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Presiden Suriah Bashar al-Assad Senin kemarin (12/4) mengatakan bahwa dunia harus mengambil "sikap yang jelas atas upaya Israel untuk mengadopsi kebijakan pembersihan etnis di Tepi Barat dan mengusir warga Palestina dari tanah air mereka," lapor Kantor Berita Arab Suriah, yang dikutip oleh AFP.
Militer Israel telah mengumumkan kebijakan baru mereka yang bisa melakukan tindakan pengusiran massal terhadap warga Palestina dari Tepi Barat, dan menegaskan bahwa setiap orang bisa ditangkap oleh Israel, jika tidak memiliki izin masuk atau tinggal serta akan dituduh sebagai infiltran.
Pimpinan Liga Arab Amr Moussa yang bertemu dengan presiden Assad juga membicarakan isu bahwa rejim Israel telah "menempatkan diri mereka atas hukum internasional" dengan mengumumkan rencana tersebut.
Pasukan Rezim Zionis telah merebut Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur (al-Quds) di tahun 1967 sebelum melanjutkan untuk menerapkan apa yang telah dikecam masyarakat internasional sebagai sebuah kebijakan busuk pencaplokan.
Sedangkan, Tel Aviv belum lama ini juga mengumumkan rencana untuk membangun permukiman 1.600 unit di Al-Quds Timur.(fq/prtv)