Sumber keamanan Mesir dari pelabuhan Thaba menyatakan bahwa tidak ada pergerakan yang signifikan dari para wisatawan Israel yang meninggalkan Sinai. Wisatawan Israel sepertinya tidak terpengaruh oleh adanya peringatan yang dikeluarkan oleh Tel Aviv beberapa hari yang lalu.
Sebelumnya biro kontra terorisme Israel telah menerbitkan peringatan pada hari Selasa malam lalu terkait kemungkinan adanya penculikan yang menargetkan warga Israel yang sedang berlibur di Semenanjung Sinai.
"Channel 2" televisi Israel mengatakan sekitar 20.000 warga Israel berlibur di Sinai selama liburan seminggu Paskah Yahudi, yang dimulai pada tanggal 29 Maret lalu. Dikatakan saat ini hanya beberapa ratus warga Israel yang masih tinggal disana.
Menurut sumber Mesir jumlah wisatawan Israel yang kembali ke negaranya, setelah peringatan tersebut dirilis, hanya 430 wisatawan dari dua puluh ribu lebih wisatawan Israel yang biasa berlibur di Mesir. Mereka mengatakan bahwa rasio terjadinya penculikan tersebut sangat-sangat tipis.
Sumber keamanan mengatakan: "Kami sering mendengar rumor seperti ini dalam waktu yang sama setiap tahun sejak enam tahun yang lalu, namun belum pernah terbukti kebenaran akan adanya rumor tersebut."
Seorang juru bicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan kepada kantor berita Jerman bahwa hanya 430 wisatawan dari jumlah total 650 wisatawan Israel di sepenanjung Sinai, yang kembali ke negara asalnya Israel.(fq/imo)