View Full Version
Ahad, 18 Apr 2010

Tragedi di Kamp Pengungsi Pakistan, 38 Orang Tewas

Dua ledakan bom yang terjadi secara berurutan memporakporandakan kamp pengungsi di Kacha Pukka, Kohat, sebuah wilayah di provinsi barat laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Ledakan yang terjadi pada Sabtu (17/4) waktu setempat di pos distribusi pangan di kamp pengungsian yang kebanyakan dihuni oleh warga dari kawasan Orakzai, kawasan yang menjadi target operasi militer Pakistan baru-baru ini.

Pejabat wilayah Kohat, Khalid Khan Umerzai mengatakan ledakan pertama diduga serangan bom bunuh diri. Ketika orang berkerumum di tempat ledakan pertama, terjadi ledakan kedua yang diduga berasal dari bahan eksplosif yang berada di kamp yang dihuni sekitar 1.000 pengungsi itu.

Kepala Polisi, Dilawar Khan Bangash mengatakan, korban tewas akibat insiden itu lebih dari 38 orang dan korban luka sekitar 50 orang. Menurut keterangan Bangash, pelaku serangan bom bunuh diri mengenakan burqa dan berjalan di tengah keramaian. Potongan tubuhnya ditemukan di lokasi kejadian.

Masih menurut Bangash, kebanyakan korban berasal dari klan Mani Khel dan Baramad Khel yang sedang melakukan registrasi sebagai pengungsi. "Kedua suku ini membentuk sebuah laskar perlawanan terhadap militan Taliban di Orakzai," sambungnya. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Selama hampir setahun Pakistan menggelar operasi militer besar-besaran memburu dan memberangus basis-basis Taliban di Pakistan, bukan hanya menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil tapi juga menyebabkan gelombang pengungsian, khususnya di wilayah yang menjadi target operasi di provinsi barat laut Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.

Data PBB menyebutkan, memburuknya situasi di Orakzai dan distrik Khuram mendorong warga untuk mengungsi dan jumlah pengungsian sejak bulan November 2009 mencapai 200.000 orang.

Aksi kekerasan yang terus berlangsung di Pakistan tidak pilih-pilih tempat. Sebelum tragedi berdarah di kamp pengungsi Kohat, sehari sebelumnya terjadi serangan bom di sebuah rumah sakit di Quetta, ibukota Baluchistan. Seorang juru kamera televisi dan pejabat kepolisian diantara 35 korban tewas dalam serangan tersebut. (ln/aljz/prtv/aby)


latestnews

View Full Version