View Full Version
Jum'at, 23 Apr 2010

Goldstone Kecam Rabbi Afrika Selatan

Richard Goldstone akhirnya buka suara atas tindakan rabbi Afrika Selatan yang melarangnya datang ke acara ritual Yahudi cucu lelaki Goldstone. Larangan itu berkaitan dengan laporan hasil penyelidikan PBB atas agresi militer Israel ke Jalur Gaza tahun 2008. Goldstone, yang memimpin penyelidikan itu dalam laporannya menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan saat agresinya selama 22 hari ke Jalur Gaza.

Pekan kemarin, Organisasi Federasi Zionist Afrika Selatan menyatakan akan melakukan aksi protes di acara ritual Yahudi cucu Goldstone, jika Goldstone hadir dalam acara yang disebut "bar mitzvah" itu. Ancaman itu berawal dari pernyataan kepala Rabbi Yahudi di Afrika Selatan, Warren Goldstein yang mengatakan bahwa laporan Goldstone tentang agresi Israel ke Gaza "secara tidak adil telah merusak reputasi dan keamanan negara serta rakyat Israel."

Goldstein dalam pernyataannya yang dimuat surat kabar Business Day edisi hari Rabu pekan lalu juga mengatakan bahwa ia paham kesedihan Goldstone karena tidak boleh hadir dalam acara cucunya, "tapi hak untuk memprotes (Goldstone) adalah bagian dari demokrasi yang bebas," tukas Goldstein.

Goldstone yang juga seorang hakim internasional kawakan ini mengatakan, pernyataan Rabbi Warren Goldstein itu yang menyebabkan dirinya dilarang datang pada acara ritual Yahudi untuk cucunya. Goldstone pun mengirimkan surat ke harian Business Day yang isinya menyebut Rabbi Goldstein telah "kurang ajar" karena mempolitisir acara bar mitzvah cucunya dan mencegahnya untuk "dekat" dengan keluarganya.

Sikap Rabbi Goldstein, kata Goldstone "dipertanyakan dan merupakan pendekatan yang tidak menguntungkan" karena bertentangan dengan retorika yang dilontarkan Goldstein saat membuka sinagog-sinagog di Afrika Selatan. Goldstone sendiri adalah warga negara Afrika Selatan keturunan Yahudi yang kini menetap di AS. (ln/aljz)


latestnews

View Full Version