View Full Version
Selasa, 18 May 2010

Pedagang Mesir Gunakan Ayat Quran dan Hadits Untuk Menjual Dagangan Mereka

Fenomena menarik terjadi dan menyebar di seantero Mesir, di mana ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi SAW digunakan sebagai sarana promosi dan pengiklanan barang dagangan dan lainnya. Namun kalangan ulama menolak perilaku para pedagang tersebut dan sementara yang lain para psikolog serta sosiolog melihat fenomena itu sebagai sarana untuk menarik spektrum yang lebih luas dari konsumen.

Sebagai contoh, biasanya sangat gampang menemukan penjual hati yang menuliskan di bagian depan tokonya dengan ayat Qur'an "Kulu Min Thaiyyibatan Maa Razaqnaakum" (Makanlah dari yang baik-baik Apa yang telah di rizkikan padamu), dan pedagang yang lain memajang ayat yang berbunyi "Waja'alna Minal Maa' kullu Syaiin Hayyin" (Dan Kami jadikan dari air setiap kehidupan).

Dan seorang penjual pakaian pada banner di papan tokonya tertulis "Rabbanafta Bainana wa baina qaumina bil haq" (Rabb kami telah membuka antara kami dan orang-orang kami dengan kebenaran). Sebuah potongan ayat Quran yang dipakai sebagai alat diskriminasi terhadap pedagang disebelahnya yang beragama Koptik.

Pemilik toko (pedagang) mengatakan bahwa mereka meletakkan ayat-ayat Quran atau hadits pada dagangan mereka telah membawa keuntungan yang baik untuk bisnis mereka.

Sementara itu sejumlah pelanggan mengatakan bahwa mereka merasa lebih nyaman untuk memasuki toko yang menaruh ayat Quran atau Hadits, karena - dalam pandangan mereka - pedagang atau toko yang memajang ayat-ayat Quran atau hadits, maka pemilik toko mereka anggap sebagai pedagang yang jujur dan shaleh yang tidak akan menipu pelanggannya.

Para psikolog menafsirakan fenomena tersebut sebagai keinginan para pedagang untuk menampilkan simbol keagamaan sehingga mereka berharap akan mendapatkan segmen pembeli yang lebih besar terhadap dagangan mereka.

Namun para ulama keberatan dengan fenomena ini, mereka menganggap penggunaan ayat-ayat suci Al-quran dan hadits sebagai sarana promosi atau iklan bagi dagangan sebagai sesuatu yang ilegal, karena ayat-ayat Quran dan hadits haruslah ditempatkan pada posisinya yang benar bukan hanya sekedar alat untuk menjual sesuatu.(fq/aby)


latestnews

View Full Version