View Full Version
Rabu, 07 Jul 2010

Ramadhan Nanti Mesir Akan Terapkan Suara Adzan 'Terpadu'

Menteri Waqaf dan agama Islam Mesir mengumumkan bahwa seruan adzan akan disatukan di ibukota Kairo pada bulan suci Ramadhan mendatang dan akan diikuti oleh kota-kota lain dalam waktu dekat.

Dalam sambutannya pada upacara pemilihan imam masjid terbaik di negara itu, Dr. Muhammad Zaqzouq mengumumkan bahwa pada Ramadhan mendatang, yang akan jatuh pada tanggal 11 Agustus, mikrofon akan dihapus dari semua masjid di Kairo untuk digantikan dengan satu suara adzan.

"Ini akan diterapkan ke semua 4.000 masjid yang ada di Kairo," katanya. "Ini adalah rencana yang bertujuan menghilangkan kebingungan dan kekacauan akibat adanya tumpang tindih suara muadzin yang mengumandangkan adzan untuk shalat."

Panggilan adzan terpadu untuk shalat ini akan ditransmisikan dari stasiun radio terbesar di Kairo dan disebarkan ke masing-masing unit penerima yang dibutuhkan untuk melakukan transmisi, dengan biaya 170 Pound Mesir termasuk pajak.

Menteri Waqaf Mesir menyangkal tuduhan para kritikus yang menyatakan bahwa menginstal panggilan adzan untuk shalat ini akan menelan biaya miliaran dan uang yang banyak ini lebih baik diberikan kepada para khatib pengkhotbah yang bekerja dibawah kementerian Waqaf yang mereka sering mengeluh mendapat gaji yang rendah.

Komite Urusan Agama di Majelis Rakyat, parlemen rendah Mesir, telah berulang kali menolak proyek ini karena akan menghilangkan banyak pekerjaan para muadzin, suatu tindakan yang diberikan oleh Allah dan direkomendasikan oleh nabi Muhammad Saw.

Menurut Syaikh Syawqi Abdul-Latif, kepala Divisi Agama di kementerian waqaf, reciever baru telah diuji di 17 masjid dan bekerja dengan baik.

"Reciever (penerima) relay suara adzan ini diberikan oleh Organisasi Arab untuk Industrialisasi," katanya kepada Al Arabiya.

Abdul-Latif menambahkan bahwa semua seruan adzan akan diluncurkan pada saat yang sama di ibukota dan tidak ada perbedaan zona waktu.

"Proyek ini nantinya akan diterapkan ke provinsi lain di Mesir."(fq/aby)


latestnews

View Full Version