Diposting Jum'at, 21-09-2012 | 10:42:53 WIB
Dalam sebuah langkah yang mungkin dapat memicu kembali kemarahan umat Islam setelah film menghina Nabi Muhammad SAW, sebuah iklan yang menyebut jihad sebagai bentuk tindakan kejam, akan muncul di stasiun kereta bawah tanah di New York City minggu depan.
"Ini seperti film anti-Islam yang menciptakan kontroversi," Ibrahim Hooper, juru bicara Council on American-Islamic Relations (CAIR), seperti dikutip oleh Reuters, sebagaimana
dilansir onislam.net, Kamis 20 September.
"Hal ini dirancang untuk menyinggung, dirancang untuk memprovokasi."
"Dalam setiap perang antara manusia beradab dan liar, dukung manusia beradab. Dukung Israel / kalahkan Jihad" isi iklan itu.
Iklan-iklan itu sebenarnya ditolak oleh Metropolitan Transportation Authority (MTA) karena bahasanya yang memprovokasi. Namun keputusan itu ditantang di pengadilan oleh American Freedom Defense Initiative, yang berada di belakang kampanye iklan ini. Pada bulan Juli, Hakim Distrik AS Paul Engelmayer memutuskan bahwa iklan itu dilindungi oleh hukum atas dasar kebebasan berbicara. Meski setuju dengan MTA bahwa iklan itu "merendahkan sekelompok orang berdasarkan agama," hakim memutuskan bahwa kelompok itu berhak atas "tingkat tertinggi perlindungan di bawah Amandemen Pertama." Iklan ini akan ditampilkan pada Senin.
Jihad sering disebutkan oleh media Barat sebagai "perang suci". 'Jihad' juga berarti "perjuangan" untuk berbuat baik dan untuk menghilangkan ketidakadilan, penindasan dan kejahatan dari masyarakat.
muslimdaily.net