View Full Version
Rabu, 28 Oct 2009

Perguruan Santriloka Mengingkari Shalat dan Puasa Ramadlan

Mojokerto, Jawa Timur, (voa-islam) – Perguruan Ilmu Kalam Santriloka resahkan Umat Islam Mojokerto, Jawa Timur. Aliran ini tidak mewajibkan puasa Ramadlan dan shalat lima waktu. Isi pengajian aliran ini berisi penghinaan terhadap Islam. Oleh karenanya, sejumlah pondok pesantren di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajiannya.

"Berdasar kaset yang kita lihat tadi, jelas ajaran Islam sesat. Karena puasa Ramadan tidak wajib dan salat mereka cukup ingat Allah saja," kata pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH Fakih, Selasa (27/10/2009).

Bukti awal adanya aliran sesat ini ditemukan dalam tiga keping VCD berisi pengajian ilmu Kalam Santriloka. VCD ini sudah berada di tangan Kiai Faqih.

"Ini sangat menyesatkan. Di awal kaset, ada iringan salawat burdah, padahal isinya penistaan Islam," kata kiai yang biasa dipanggil Gus Fakih ini.

Dalam salah satu pidatonya, seorang lelaki menyatakan umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadan. "Puasanya umat Islam itu, di bulan Jawa kesembilan Bulan Selo. Gusti Allah tidak pernah menyuruh puasa bulan Ramadan," kata seorang pria di VCD itu dengan nada tinggi.

Lelaki itu juga menyatakan tidak ada gunanya umat Islam berdzikir 'Laa Ilaaha Illa Allah' setiap hari. "Meski sejuta orang wiridan, Gusti Allah itu tetap saja satu. Kalau bisa beranak, berarti Gusti Allah punya puting susu," kata lelaki itu disambut tawa sejumlah orang di VCD itu.

Menurut Gus Fakih, di Mojokerto terdapat aliran Santriloka ini. Terutama berbasis di Jalan Empu Nala dan kawasan Panggerman, Kota Mojokerto.

Selain meminta polisi melacak dan melarang keberadaan pengajian ini, Gus Fakih juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyikapi komunitas ini. "Kami khawatir atas reaksi umat, jika melihat VCD ini secara langsung," kata Gus Fakih.(PurWD/dtk-sby)


latestnews

View Full Version