View Full Version
Rabu, 28 Oct 2009

Kontak Senjata Kembali Terjadi di Thailand Selatan

Thailand Selatan - Seorang petugas polisi patroli perbatasan Thailand terbunuh pada hari Senin dan lainnya terluka dalam sebuah kontak senjata dengan seorang pejuang Muslim Patani, yang juga ikut tewas, selama polisi menyerbu sebuah rumah di distrik Mae Laen Patani.

Patani merupakan salah satu dari tiga provinsi yang didominasi warga Muslim yang berbatasan dengan Malaysia.

Kontak senjata terjadi saat pasukan gabungan yang berjumlah lebih dari 200 orang terdiri dari tentara, polisi dan pejabat provinsi menyerbu sebuah rumah di desa Ban Chalong

Kontak senjata terjadi saat pasukan gabungan yang berjumlah lebih dari 200 orang terdiri dari tentara, polisi dan pejabat provinsi menyerbu sebuah rumah di desa Ban Chalong di Tambon Khlong Mai sekitar pukul 7 malam dimana pejuang tersebut di duga bersembunyi.

Pejuang Patani bernama Satopa Tuebingma (27) melompat kedalam sebuah kanal ketika pasukan gabungan tiba, berenang kesisi lain dan lari masuk kehutan.

Pasukan gabungan segera mengejar ke dalam hutan sambil memberikan tembakan dan di balas oleh pejuang Muslim Patani tadi. Kontak senjata yang terjadi selama 10 menit tersebut mengakibatkan seorang polisi dan  pejuang patani tewas dan seorang polisi lainnya terluka.

polisi yang tewas di identifikasi sebagai Letnan polisi Ake sukilo, sementara petugas yang terluka bernama Sersan Mayor Vichet Haewkhuntod di rawat di rumah sakit pusat Yala.

Pattani, Yala dan Narathiwat adalah provinsi yang sebelumnya dikuasi kesultanan Muslim Melayu hingga akhirnya dikuasai oleh Thailand seratus tahun lalu, dimana sejak itu ketegangan separatis muncul.

Sekitar 60.000 tentara kini ditempatkan di sana.

Pada tahun 2004, sebuah serangan terhadap mesjid Krue Se menandai meningkatnya tingkat kekerasan akibat konflik separatis di daerah tersebut.

Lebih dari 3.500 orang terbunuh sejak saat itu, sementara pemerintahan yang silih berganti tidak berhasil menjinakkan ketegangan.

Thailand menguasai tiga wilayah di bagian selatan - Narathiwat, Yala dan Pattani -tahun 1902, namun sebagian besar masyarakat disana menganut ajaran Islam

Thailand menguasai tiga wilayah di bagian selatan - Narathiwat, Yala dan Pattani -tahun 1902, namun sebagian besar masyarakat disana menganut ajaran Islam dan bicara dengan dialek Melayu, yang sangat berbeda dengan kebanyakan penganut Buddha Thailand di negeri itu.

Para pejuang muslim menjadikan sejumlah kalangan sebagai sasaran karena diyakini bekerjasama dengan pihak militer dan pemerintah Bangkok.

Menurut kelompok hak asasi manusia pemerintah pusat Thailand gagal menghukum para pejabat pasukan keamanan yang menganiaya dan membunuh warga sipil setempat, dan akibatnya keterasingan warga bagian selatan makin terasa. (aa/bp/bbci)


latestnews

View Full Version